Kotim Habaring Hurung
Hadapi Kemarau Disertai El Nino, Kotim Siagakan Personel dan Peralatan Tanggulangi Karhutla
Kesiapsiagaan dilakukan tim gabungan menghadapi musim kemarau disertai El Nino dan penaggulangan karhutla di Kotim.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kesiapsiagaan dilakukan tim gabungan menghadapi musim kemarau disertai El Nino dan tangggulangi kebakaran lahan di Kotim.
Apel siaga dan gelar peralatan penanggulangan karhutla di Kotim dilaksanakan di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis (22/06/2023).
Kegiatan tersebut diikuti lintas sektor dalam tim gabungan penggulangan karhutla di Kotim, baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melalui instansi terkait, TNI, POLRI, Manggala Agni, Relawan Pemadam Kebakaran, hingga Perusahaan Besar Swasta.
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, anggota DPRD Kotim Sanidin, dan pejabat lainnya. Selain apel siaga dan gelar peralatan, juga dilaksanakan simulasi pemadaman karhutla.
Baca juga: Sidang Pembacaan Gugatan di Pengadilan Agama Palangkaraya, Wawali Hj Umi Mastikah Tak Hadir
Baca juga: Sempat Banyak Ditemukan Data Ganda, KPU Kotim Akhirnya Tetapkan 303.608 DPT untuk Pemilu 2024
Baca juga: Lowongan Kerja Bank Syariah Indonesia, Banyak Posisi Dibuka, Pendaftaran Ditutup 4 Juli 2023
“Kegiatan hari ini dalam rangka pengecekan personel maupun materil dan juga kelengkapannya, dilanjutkan dengan simulasi untuk mengatasi karhutla. Intinya sebagai persiapan kami, seluruh unsur yang ada di Kotim, untuk mengantisipasi terjadinya karhutla,” kata Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata selaku pimpinan apel.
Tandri menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG pada tahun 2023 ini cuaca di Indonesia, khususnya Kotim, akan mengalami El Nino.
Kondisi tersebut menyebabkan potensi terjadinya karhutla meningkat.Untuk itu, seluruh unsur terkait harus bersinergi agar karhutla ini tidak sampai menyebabkan kabut asap yang berdampak pada perekonomian maupun kehidupan masyarakat. Bahkan, diharapkan karhutla tersebut bisa dicegah sebelum terjadi.
“Kalaupun terjadi karhutla, kami berharap agar bisa segera dipadamkan supaya tidak sampai meluas. Dalam hal ini tentunya peran masyarakat juga sangat penting, dengan menginformasikan kepada aparat apabila terjadi kebakaran sehingga kami bisa segera bertindak,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, personel yang ada dibandingkan dengan luas wilayah Kotim memang belum memadai atau tidak sebanding.
Namun, pihaknya berupaya mengatasi hal tersebut, yakni dengan melibatkan pihak kecamatan, kades, lurah, hingga RT agar mengedukasi masyarakatnya untuk bersama-sama mencegah dan menghindari terjadinya karhutla.
“Melalui sosialisasi itu kami juga mengharapkan agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam K Anwar menyebutkan kegiatan tersebut adalah rangkaian siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan sejak tanggal 24 Mei 2023 lalu.
Diawali dengan peningkatan performa peralatan, baik mekanis maupun non-mekanis.
Ia menyebutkan, sejauh ini peningkatan performa peralatan itu sudah mencapai 90 persen, hanya tersisa 10 persen yang dalam tahap perbaikan ringan.
“Kami berharap performa peralatan yang cukup berumur ini bisa kami jaga agar dalam durasi siaga darurat atau pun nantinya masuk ke tanggap darurat karhutla tetap bisa untuk mengatasi seluruh kejadian karhutla. Walaupun, kita tetap berharap karhutla itu tidak meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa wilayah Kalteng zona merah potensi karhutla.
Hal tersebut menandakan bahwa seluruh wilayah semak belukar, hutan, dan lahan di Kalteng mudah terbakar.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat. Dan diharapkan peran serta kesadaran masyarakat agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kesiapsiagaan-karhutla-kotim.jpg)