Liga 2 2023
Liga 2 Gonjang-ganjing Gegara LIB Tetap Jadi Operator, Bos Persipa dan Persela Beda Sikap
Tetap ditunjuknya PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 2 2023 memicu terjadinya polemik bahkan gonjang-ganjing
TRIBUNKALTENG.COM - Tetap ditunjuknya PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 2 2023 memicu terjadinya polemik bahkan gonjang-ganjing antarklub.
Klub-klub peserta Liga 2 2023 berbeda sikap dan pendapat menanggapi keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir itu.
Klub Liga 2 2023 yang menolak semisal Persipa Pati, tetapi lain sikap Persela Lamongan yang menerima.
CEO Persipa Pati Joni Kurnianto menilai tetap ditunjuknya PT LIB sebagai operator Liga 2 203 tidak sesuai dengan janji Erick Thohir dalam Sarasehan Sepakbola di Surabaya Maret 2023 kemarin.
Baca juga: Tuntutan Klub Liga 2, Omongan Erick Thohir di PSSI Soal PT LIB Picu Reaksi Para Manajer
Baca juga: Operator Liga 2 Tetap LIB, Simic Kabarnya ke Indonesia Lagi, Eks Persija Gabung Nusantara United?
Baca juga: Jadwal Liga 2 Kondisi PSIM Yogyakarta, Djajang Nurdjaman di Persela, Kalteng Putra Ada di Daftar
"Berita itu saya terima mendadak kemarin malam. Setelah Kongres PSSI di Jakarta, tahu-tahu ada kabar operator Liga 2 masih LIB. Jadi LIB masih mengelola Liga 1 dan Liga 2. Saya kaget karena agenda kongres pun tidak membahas masalah itu," kata Joni pada TribunMuria.com, Senin (29/5/2023) malam.
"Kesepakatan untuk Liga 2 punya operator tersendiri adalah kesepakatan bersama semua klub Liga 2. Saya masih meyakini janji itu. Bahkan sudah mempunyai gambaran siapa sponsornya. Dan saya yakin Pak Erick Thohir punya kemampuan bisa memperbaiki sepakbola kita, terutama Liga 2," lanjutnya.
Karena itu, Joni menegaskan Persipa Pati menolak keras jika operator Liga 2 2023 tetap dipegang LIB karena bisa menghambat kemajuan sepakbola.
"Karena contohnya seperti yang lalu (saat tragedi Kanjuruhan), Liga 1 bermasalah dan berhenti, Liga 2 jadi ikut berhenti padahal tidak ada masalah. Jangan sampai seperti itu lagi, kacau semua kalau hanya satu operator. Kami ingin Liga 2 punya operator sendiri dengan sponsor sendiri," tegas Joni.
"Liga 2 diisi tim-tim dengan kekuatan potensi lokal yang baik. Punya banyak supporter juga di daerah. Ini pangsa pasar yang baik. Jika disiarkan di TV, saya yakin tidak kalah berkelas dengan Liga 1," papar dia.
Joni mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan sesama klub Liga 2. Menurut dia, semua masih sepakat dan satu pikiran terkait hal ini.
"Jangan sampai kami di Liga 2 sudah bertempur berdarah-darah, tapi yang menikmati orang lain. Seharusnya dibagi bersama secara proporsional sehingga sepak bola akan maju. Sehingga Liga 2 bisa berperan menghasilkan atlet nasional asli daerah," ucap dia.
Sikap berbeda diperlihatkan Manajer Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal.
Dia mengatakan apabila Liga 2 langsung dipegang oleh operator baru, membutuhkan waktu lebih lama.
"Kalau tetap LIB sih kita ikut PSSI,” lanjutnya.
Fariz optimistis PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir ini bakal konsisten dan bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Liga-2-logo-n.jpg)