KKB di Papua

KKB Papua Kembali Beraksi Sandera Pekerja Tower BTS Telkomsel di Pegunungan Bintang

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua berulah kembali dengan menyandera pekerja Tower BTS Telkomsel di Pegunungan Bintang

Editor: Sri Mariati
TPNPB/Istimewa
Anggota KKB Papua kembali beraksi menyandera pekerja tower BTS Telkomsel di Pegunungan Bintang. 

TRIBUNKALTENG.COM – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali beraksi dengan berulah di wilayah Papua. Kali ini pekerja Tower BTS Telkomsel di Pegunungan Bintang disandera mereka.

Penyanderaan pekerja Tower BTS Telkomsel usai disandera pilot Susi Air Philip Mark Marthens yang hingga kini belum dibebaskan.

Pilot Susi Air disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023 lalu.

Hingga kini pilot Susi Air Philip Mark Marthens belum ditemukan oleh TNI -Polri yang lakukan pencarian.

Melansir TribunPapua.com pada Sabtu (13/5/2023), penyanderaan terjadi di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (12/5/2023) pagi.

Ihwal penyanderaan bermula saat enam orang pekerja Tower BTS Telkomsel yang dipimpin oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pegunungan Bintang, Alverus Sanuari.

Berangkat dari Oksibil menuju Distrik Okbab menggunakan Pesawat Elang Air pada pukul 08.30 WIT.

Sayang, mereka lalu disandera KKB setibanya di Lapangan Terbang Okbab.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menuturkan, para pekerja itu diadang KKB berjumlah lima orang.

Para pelaku mengklaim diri sebagai anggota KKB Papua

Baca juga: Susi Pudjiastuti Geram Pilotnya Tak Dibebaskan oleh KKB Egianus Kogoya, Sebut Ayah Baik Anak Biadab

Baca juga: Dua Warga Sipil Distrik Dekai di Yahukimo Tewas Dibunuh, Diduga Pelakunya KKB Papua

"Kelompok tersebut menggunakan senjata tajam, seperti parang, dan melakukan kekerasan fisik terhadap tiga orang pekerja," ungkap Beni kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (13/5/2023).

“Alverus Sanuari beserta salah satu korban luka yang bernama Benyamin Sembiring, dibebaskan untuk kembali ke Oksibil," sambungnya.

Mereka yang dibebaskan tiba di Bandara Oksibil pada pukul 11.00 WIT, dan langsung dilarikan ke RS Oksibil untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara, empat pekerja tower masih di tangan KKB Papua.

"Hingga saat ini masih terdapat empat orang yang disandera oleh kelompok tersebut. Dua di antaranya mengalami luka akibat penganiayaan,” ujar Benny.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved