Berita Palangkaraya

Jelang Imlek 2023, Pedagang Kue Keranjang Palangkaraya Kebanjiran Orderan Hingga Mancanegara

Jelang Imlek 2023, pedagang kue keranjang di Palangkaraya kebanjiran orderan, pesanan tak hanya dari dalam daerah bahkan ke mancanegara.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
Kue Keranjang Singkawang di Palangkaraya banjir orderan saat Imlek 2023, Kamis (19/1/2023). Jelang Imlek 2023, pedagang kue keranjang di Palangkaraya kebanjiran orderan, pesanan tak hanya dari dalam daerah bahkan ke mancanegara. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYAJelang Imlek 2023, pedagang kue keranjang di Palangkaraya kebanjiran orderan, pesanan tak hanya dari dalam daerah bahkan ke mancanegara.

Ling Ling seorang pedagang Kue Keranjang menuturkan, memproduksi kue keranjang hingga 1 ton untuk imlek tahun ini, pesanan didapatkan sejak Desember tahun lalu.

Menurutnya, tak hanya masyarakat Tionghoa yang mengorder Kue Keranjang, masyarakat umum turut memesan sebagai buah tangan kepada keluarga.

“Pesanan meningkat 20 persen dibanding tahun lalu. Imlek tahun ini kami memproduksi 1 ton, tak dihitung berapa jumlah Kue Keranjangnya,” katanya, Kamis (19/1/2023).

Kue berbentuk lingkaran mirip dodol tersebut dibaginya dua ukuran, setengah kilo dan satu kilo. Dalam pembuatannya dibantu oleh 3 pekerja.

Baca juga: Jelang Imlek dan Cap Gomeh di Kalbar, Dibangun Replika Kampung Tionghoa di Stadion Kridasana

Baca juga: NEWS VIDEO, Bakal Ada Pertunjukan Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2023 di Palangkaraya

Baca juga: 2 Tahun Dibatasi Pandemi, Perayaan Imlek 2023 di Palangkaraya Meriah, Ada Pertunjukan Barongsai

“Pembuatannya dari jam tujuh pagi, nanti jam 12 malam bisa diangkat. Kalau Kue Keranjang asli dapat disimpan di kulkas bertahan 1 tahun bisa,” jelasnya.

Kue Keranjang dinilai konturnya cepat mengeras, sebelum keras mesti dipotong-potong terlebih dahulu ditaruh kedalam mika dan di dalam kulkas, mampu bertahan 1 tahun.

Kue Keranjang buatanya dikatakan asli, menggunakan bahan tepung ketan dan gula putih, tanpa pengawet, sehingga jika ditaruh di kulkas lama, rasanya tidak masam.

“Kita melayani pemesanan dari Kabupaten, ke Jakarta juga. Sempat ke luar negeri, ada keluarga di sana juga kan jadi tau,” bebernya.

Pembeli Kue Keranjang Singkawang miliki Ling Ling, bernama Renko  mengaku sudah langganan setiap tahun membeli kue khas imlek di tempat tersebut, karena satu-satunya yang memproduksi.

Dia membeli Kue Keranjang untuk dibagikan untuk orang-orang kurang mampu, teman-teman, karyawan dan keluarga besar.

“Filosofinya yang memberi mendapat berkah, menerima juga berkah.” pungkasnya. (*)


 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved