Kota Cantik

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Sebut Perlu Kerjasama Bersihkan Kampung Ponton dari Narkoba

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin menyebutkan perlunya kerjasama semua pihak dalam membersihkan Kampung Ponton dari narkoba seluruh pihak terlibat

Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Sri Mariati
Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin dan Wadir Samapta Polda Kalteng AKBP Timbur RK Siregar memusnahkan barbuk 1 kilogram sabu-sabu di Pelabuhan Rambang, Palangkaraya pada 2021 lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Adanya kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya anggota Polda Kalteng di Kampung Ponton, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian publik khususnya di Kota Cantik.

Bagaimana tidak, setahun lalu gembong besar kelas kakap bandar sabu ditangkap oleh BNNP Kalteng bersama Polda Kalteng.

Bahkan saat itu pres rilis penangkapan bandar besar tersebutpun dilakukan di Pelabuhan Rambang kawasan Kampung Ponton.

Yang dihadiri sejumlah petinggi penegak hukum hingga orang nomor satu di Kota Palangkaraya Fairid Naparin.

Pada setiap kesempatan Fairid Naparin mengingatkan dan mengimbau agar menghindari Penyalahgunaan Narkoba.

Termasuk di kawasan Kampung Ponton akan menjadi kampung bebas narkoba atau menjadi kampung bersinar.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin.
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin. (TRIBUNKALTENG.COM/SRI MARIATI)

“Ya saya berharap agar Kampung Ponton betul-betul bisa bersih dari peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba,” tegasnya.

Wali kota muda tersebut mengatakan, harus ada kerjasama berbagai pihak untuk memberantas narkoba termasuk di Kampung Ponton.

Mulai dari tingkat warga, RT/RW hingga pihak atau lembaga terkait lainnya.

Sebab warga di sana merupakan aset dan generasi penerus bagi Kota Palangkaraya.

“Sehingga saya berharap generasi bangsa dan daerah ini bebas dari narkoba dan membangunan Kota Cantik Palangkaraya ini di masa depan,” terang Fairid Naparin.

Pemerintah Kota Palangkaraya pun melalui instansi terkait akan terus melakukan pendekatan ataupun penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut.

Juga dibekali atau ditanamkan nilai-nilai agama yang kuat, agar bisa membentengi diri dari bahaya narkoba ini.

“Pemberdayaan masyarakat di sini saya rasa penting, dan itu menjadi tugas pemerintah untuk membangun atau mengubah pola pikir akan bahaya narkoba ini,” pungkas Fairid Naparin. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved