Kota Cantik

Pemko Palangkaraya Antisipasi Dini Karhutla, Bakal Lengkapi Sapras dan SDM yang Kurang

Pemerintah Kota Palangkaraya berupaya sedini mungkin untuk mengantisipasi karhutla, dengan dibekali perlengkapan yang hendaknya cukup dan personel

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Pemerintah Kota Palangkaraya menggelar fokus grup discussion untuk mengantisipasi Karhutla di tahun 2023 mendatang, Rabu (7/12/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya menggelar focus grup discussion (FGD) untuk mengantisipasi Karhutla di tahun 2023 mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangkaraya, Emi Abriyani menuturkan, pihaknya menyusun rencana strategis menanggulangi ancaman Karhutla.

Meskipun saat ini diakuinya sarana dan prasarana masih belum maksimal diiringi sumber daya manusianya, melalui forum tersebut akan melengkapi kekurangan tersebut.

"Walaupun demikian adanya dokumen ini kita akan melakukan penyempurnaan dan melengkapi Sarpras masih kurang itu," katanya, Rabu (7/12/2022).

Disampaikan, titik rawan Karhutla berada di Kelurahan Kalampangan, Kameloh Baru, Sabaru, Bukit Tunggal, Langkai, Tanjung Pinang, Panarung.

Selanjutnya di Kecamatan Bukit Batu, yang berada di Kelurahan Marang, Habaring Hurung, Tangkiling.

"Daerah tersebut memang rawan Karhutla, beberapa ada kawasan hutan yang belum dibuka," jelasnya.

Dalam FGD tersebut, usulan-usulan untuk solidnya penanganan dan pencegahan Karhutla disampaikan para peserta.

Sekda Palangkaraya Hera Nugrahayu memberikan sambutan pada FGD penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana oleh BPBD Palangkaraya, di Ballroom Hotel Luwansa, Rabu (7/12/2022).
Sekda Palangkaraya Hera Nugrahayu memberikan sambutan pada FGD penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana oleh BPBD Palangkaraya, di Ballroom Hotel Luwansa, Rabu (7/12/2022). (TRIBUNKALTENG.COM/SRI MARIATI)

Seperti Lurah Marang, Yuliati Ningsih menyampaikan pengalamannya saat Karhutla beberapa tahun lalu, yang menjadi kendala adalah sulitnya mendapatkan air.

Sehingga diperlukan solusi ke depannya, agar Karhutla dapat ditangani dengan cepat.

Diapun menceritakan, saat ini pihaknya bersama tim telah melakukan deteksi dini titik-titik rawan Karhutla, dengan memantau langsung ke lokasi untuk pencegahan dini.

Emi Abriyani menjelaskan, perlu bantuan stakeholder terkait bergotong royong mengantispasi dan menanggulangi Karhutla bersama-sama.

Misalnya dengan Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI, BMKG, Basarnas, Dishub, relawan hingga masyarakat mengenai Karhutla.

"Kami tidak bisa berjalan sendiri, harus mendapat dukungan dari semua stakeholder dalam merencanakan, antisipasi dan penanggulangan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved