Info Gempa

Yogyakarta dan Bandung Ikut Bergoyang Dampak Gempa Garut, Berbahayakah? Ini Kata BMKG

Tidak hanya kawasan Jabodetabek, getaran gempa Garut juga terasa hingga Bandung bahkan Yogyakarta

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Ilustrasai gempa Garut dengan magnitudo 6.4 yang getarannya terasa hingga Bandung, Jabodetabek bahkan Yogyakarta, Sabtu (3/12/2022) sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, GARUT - Tidak hanya kawasan Jabodetabek, getaran Gempa Garut juga terasa hingga Bandung bahkan Yogyakarta.

Sebelumnya dilaporkan warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) merasakan daerahnya bergetar saat terjadi Gempa Garut.

Kini laporan terbaru, akibat Gempa Garut yang terjadi Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB, warga Bandung dan Yogyakarta juga mengaku daerahnya ikut bergoyang meski sebentar.

Berdasar update Gempa Garut yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa juga terasa hingga Bandung bahkan hingga Yogyakarta.

Baca juga: Gempa Garut Magnitudo 6,4 Terasa Hingga Jabodetabek, Korban Tewas Gempa Cianjur 334 Orang

Baca juga: INFO Gempa Terkini Terjadi di Garut Jabar M 6,4 Terasa di Bandung, BMKG: Di Cianjur 378 kali

Menurut BMKG,Ggempa Garut berkekuatan magnitudo 6,4 dengan parameter update magnitudo 6,1.

Pusat Gempa Garut berada di titik koordinat 7,44 LS dan 107,51 BT, tepatnya berlokasi di darat wilayah Mekarmukti, Garut, Jawa Barat pada kedalaman 109 kilometer.

Berikut wilayah yang merasakan guncangan Gempa Garut berdasarkan update laporan BMKG:

Garut dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)

Soreang, Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, Tasikmalaya dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)

Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, Kulonprogo dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)

Cikembar, Cugenang, Pelabuhan Ratu, Bandung, Bogor, Cilacap, Sawarna, Cireunghas, Bojong, Yogyakarta, Wonosobo, Karangkates, Trenggalek dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Berdasarkan monitoring BMKG, gempa Garut hari ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip )," ujar Daryono, dikutip dari keterangan resmi seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/12/2022) petang.

Daryono menyampaikan, hingga pukul 17.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Lebih lanjut, Daryono menyampaikan, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

 

( Kompas.com )

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved