Korban Tewas Kapal Cantika 77 Terbakar Terbanyak di Ruang VIP, Tetap Melaju Meski Api Berkobar

Betapa tidak, dari 14 korban tewas akibat Kapal Cantika 77 terbakar, terbanyak berada di ruang VIP (very important person)

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Tribunflores.com
Proses evakuasi korban terbakarnya Kapal Cantika 77 di Perairan Kupang, NTT, Senin (24/10/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, KUPANg - Kenyataan tragis terungkap dari musibah Kapal Cantika 77 terbakar di Perairan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Betapa tidak, dari 14 korban tewas akibat Kapal Cantika 77 terbakar, terbanyak berada di ruang VIP (very important person).

Kapal Cantika 77 terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Tenau Kupang menuju Kalabahi Kabupaten Alor, NTT, Senin (25/10/202).

Menurut pengakuan seorang penumpang selamat, Mathias Asmau sebelum muncul kobaran api, ada suara ledakan di bagian belakang dek kapal.

Baca juga: Bayi Belum Sebulan Selamat dari Tragedi Kapal Cantika 77 Terbakar, 14 Penumpang Ditemukan Tewas

Baca juga: Korban Tenggelam Kapal KM Mase-Mase di Sebuku Nunukan Ditemukan Meninggal, Diduga Terseret Arus

Baca juga: Oil Boom Dipasang di Lokasi Tergulingnya KM Satya Kencana III di Kumai, Satu Truk Tercebur ke Sungai

Mathias yang berada di ruang B sebelah kanan menyebut banyak korban terbakar di bagian Dek C dan ruang VIP.

Saat kejadian, ia berusaha menyelamatkan puluhan penumpang keluar.

Mathias sendiri adalah penumpang terakhr yang keluar dari ruangan.

"Yang di ruang B tidak ada yang kena lalap (api)," ucapnya RS Prof Johanes Kupang, Senin malam.

Menurut Mathias, ia sempat menyelamatkan seorang bayi yang tak diketahui keberadaan orangtuanya.

"Ada bayi yang selamatkan. Tapi tidak tahu orang tuanya di mana. Anak itu saya pikir sudah meninggal, tapi saya kemudian lihat masih bernafas. Jadi saya pukul dia punya perut jadi dia muntah dan anak bernafas," ucap dia.

Mathias kemudian membawa anak itu dengan sebelah tangan.

Ia juga sudah terendam air di dalam geladak kapal.

Anak tersebut berhasil dievakuasi tim penyelamat yang menggunakan KM Bahari.

Dia mengaku, sejak api mulai menyala, kapal itu terus melaju hingga empat jam lamanya.

Kapal baru terhenti di Perairan Naikliu Kabupaten Kupang dan dilakukan evakuasi oleh tim SAR.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved