Berita Kaltara

13 PMI Ilegal Asal Sulsel dan NTT Dijanjikan Kerja oleh Tersangka, Harus Membayar Rp 4 Juta Lebih

Sebanyak 13 PMI ilegal yang hendak ke Malaysia asal Sulsel dan NTT, digagalkan Personel Ditpolairud Polda Kaltara, bayar 4 juta rupiah untuk kerja

Editor: Sri Mariati
HO/Arbain BP2MI Nunukan
12 warga NTT diamankan Satpolairud Polres Nunukan saat ketahuan ingin berangkat ke Tawau, Malaysia secara ilegal, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, TARAKAN – Sebanyak 13 PMI ilegal yang hendak ke Malaysia asal Sulsel dan NTT, digagalkan Personel Ditpolairud Polda Kaltara pada Jumat (15/7/2022) lalu sekitar pukul 18.00 WITA.

Satu pelaku yang diduga orang yang mengurus dan memfasilitasi PMI ilegal tersebut untuk ke Malaysia pun akhirnya ditangkap.

Rencana keberangkatan para PMI ilegal inipun menggunakan speedboat bermesin 40 PK akan masuk ke salah satu jalur tikus menuju Malaysia oleh tersangka F ini.

Namun beruntung, personel berhasil menggagalkan upaya itu dan mendapati saat melakukan patrol di Perairan Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Dikatakan Kombes Pol Bambang Wiriawan, Dirpolairud Polda Kaltara, kronologis pengungkapan kasus itu bermula saat itu tim sedang melakukan patrol dan mendeteksi dua unit speedboat mendekat ke arah perbatasan.

Baca juga: Polda Kaltara Sita 3 Unit Kendaraan &12 Speedboat Diduga Barang Bukti TPPU Briptu Hasbudi

Baca juga: 21 Orang PMI Ilegal NTT Gagal Berangkat dari Kubu Raya ke Malaysia, Sopir Travel Dibayar Rp 200 Ribu

Kemudian personel langsung melakukan pemeriksaan kepada dua unit speedboat bermesin 40 PK tersebut dan hasilnya di dalam speedboat ada yang berpenumpang tujuh orang dan speedboat lainnya berpenumpang 10 orang.

“Setelah diminta keterangan, menanyakan motorisnya memang benar ada sebagian penumpang akan diseberangkan ke Malaysia jadi TKI illegal. Sehingga kami lakukan penindakan, tarik ke Pos Polair yang ada di Nunukan dan diperiksa,” ungkap Kombes Pol Bambang Wiriawan.

Kemudian lanjutnya, untuk TKI diduga illegal atau PMI sendiri diserahkan ke BP3TKI dan tersangka dilakukan penahanan.

“Satu tersangka berinisial F merupakan pengurus. Dia yang mengatur dari mulai tempat asal PMI sampai tiba di Nunukan dan mengatur keberangkatan,” ungkap Kombes Pol Bambang Wiriawan.

Lebih jauh Bambang melanjutkan, total 13 orang PMI ilegal tersebut ternyata tidak dilengkapi dokumen lengkap sehingga dalam hal ini pihaknya menyerahkan 13 orang tersebut ke BP3TKI di Kabupaten Nunukan.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil pengakuan 13 orang PMI tersebut, masing-masing membayar kepada F sebanyak 1.300 ringgit atau jika dirupiahkan sekitar Rp 4.370.000 jika nilai per ringgitnya Rp 3.362.

“Mereka dijanjikan kerja. Jadi niat mereka bayar ke pengurus. Dan F ini hasil pemeriksaan sementara ada 3 kali untuk tahun ini sudah meloloskan PMI,” ujarnya.

Dan memang pihaknya belum mendalami lebih lanjut di tahun-tahun sebelumnya apakah pernah juga pelaku F meloloskan PMI.

“Nanti akan didalami, dan keputusan pengadilan untuk splint geledah nanti kita geledah. Kalau memang ada kaitannya dengan Ujung Pandang dan NTT nanti kita berangkat ke sana,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved