Berita Kapuas

Kasus Dugaan Korupsi di KPU Kapuas, Penyidikan Mengerucut pada Kegiatan Pengadaan APD

Dugaan korupsi di KPU Kapuas terkait dana hibah pengelolaan APBD untuk Pilgub Kalteng 2020, Kejari Kapuas melakukan penyidikan dana pengadaan APD

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Fadly SR
Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kapuas lakukan penggeledahan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Pengusutan awal dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas, yakni dalam pengelolaan dana APBN dan hibah Provinsi senilai 40 miliar saat pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2020 lalu.

Namun klarifikasi disampaikan pihak Kejaksaan Negeri  (Kejari) Kapuas yang menelisik kasus tersebut bahwa nilai 40 miliar itu merupakan nilai anggaran keseluruhan yang dikelola oleh KPU Kapuas.

"Setelah dilakukan pendalaman dalam proses penyidikan, Tim penyidik menemukan adanya perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara dalam kegiatan pengadaan APD," kata Kasipidsus Kejari Kapuas, Kiki Indrawan, Selasa (12/7/2022).

Sehingga, lanjutnya, penyidikan mengerucut dan hanya berfokus pada kegiatan pengadaan APD tersebut.

Baca juga: Sekretaris & Komisioner KPU Kapuas Ditetapkan Jadi Tersangka Oleh Kejari, Dugaan Korupsi Dana Pilgub

Baca juga: Ketua KPU Kalteng Harmain Ibrohim Tanggapi Penggeledahan Kantor KPU Kapuas

"Ya, fokus pada kegiatan pengadaan APD atau Alat Pelindung Diri," tukasnya.

Sebelumnya, Kejari Kapuas merilis perkembangan pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di KPU Kapuas, Selasa (12/7/2022).

Setelah berproses cukup lama, pihak kejaksaan akhirnya menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

Rilis disampaikan langsung Kejari Kapuas Arif Raharjo, didampingi Kasipidsus Kiki Indrawan, Kasi Intel Amir Giri Muryawan dan Kasipidum T Ludong.

"Ya, kami telah menetapkan dua tersangka Senin kemarin, atas nama inisial O dan B," kata Arif Raharjo.

Baca juga: Persiapan Penyelesaian Perselisihan Hasil Pilkada, Ini yang Dilakukan KPU Kapuas Kalteng

Ditambahkan Kasipidsus, Kiki Indrawan bahwa tersangka berinisial O saat itu merupakan Sekretaris KPU Kapuas, sedangkan B merupakan salah satu Komisioner KPU Kapuas periode 2018-2023.

"Selanjutnya kami akan mempercepat proses penyidikan ini sehingga tindakan yang akan dilakukan ke depan bisa menuntaskan perkara ini hingga naik ke penuntutan," beber Kiki.

Saat ini kedua tersangka belum dilakukan penahanan. Namun pemberitahuan dimulainya penyidikan sudah disampaikan kepada dua orang bersangkutan yang ditetapkan tersangka. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved