Berita Kalbar

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Toko Aneka Ban Sintang, Tersangka Tersinggung Ucapan Korban

Kasus pembunuhan Bos Toko Aneka Ban Sintang yang oleh seorang karyawannnya di Sintang Kalimantan Barat diungkap oleh Polres Sintang, Senin (27/6/2022)

Editor: Fathurahman
Ilustrasi
Pembunuhan Bos Toko Aneka Ban Sintang yang dilakukan oleh seorang karyawannnya di Sintang Kalimantan Barat diungkap oleh Polres Sintang, dalam Jumpa Pers, Senin (27/6/2022). Tersangka RN berumur 27 tahun yang tak lain adalah karyawan korban di tempat usaha korban sendiri. Motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi sakit hati tersangka atas ucapan korban yang menyinggung perasaanya. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINTANG -Kasus pembunuhan Bos Toko Aneka Ban Sintang yang dilakukan oleh seorang karyawannnya di Sintang Kalimantan Barat diungkap oleh Polres Sintang, dalam Jumpa Pers, Senin (27/6/2022).

Usai menangkap pelaku dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka RN berumur 27 tahun yang tak lain adalah karyawan korban di tempat usaha korban sendiri.

Polres Sintang langsung melakukan jumpa pers terkait kasus kronologis dan motif  pembunuhan terhadao Bos Toko Anek ban Sintang tersebut tersebut.

Dalam jumpa per yang di gelar oleh Polres Sintang terungkap motif karyawan membunuh bosnya tersebut ternyata lantaran tersangka dendam karena tak terima ucapan bosnya tersebut.

Baca juga: Hilang 2 Minggu Pemilik Toko di Sintang Ditemukan Meninggal, Terbungkus Karung Diduga Dibunuh

Baca juga: Begini Kronologi Pembunuhan Bos Toko Ban di Sintang, Tempuh 25 Km Bawa Jasad Korban untuk Dibuang

Baca juga: Simpan 0,28 Gram Sabu Dalam Casing Handphone, Seorang Emak-emak di Balangan Diamankan

Sakit hati menjadi motif utama tersangka RN (27) tega menghabisi Tjin Tek Fo alias Susanto, bos Toko Aneka Ban Sintang.

Hanya karena tersinggung ucapan bosnya itu, tersangka kalap lalu menganiaya bosnya hingga meninggal menggunakan besi pada Senin, 13 juni 2022 sekitar pukul 16.30 wib di dalam toko di kursi kasir.

Tidak hanya dianiaya hingga meninggal, jasad pria berusia 60 tahun itu dibuang oleh RN yang tak lain karyawannya sejauh 25 kilometer (data Google Maps) di bawah jembatan rokan penyangka 2, Desa Desa Suka Jaya, Kecamatan Tempunak.

Jasad pemilik Toko Aneka Ban Sintang baru ditemukan setelah 11 hari pasca kejadian pembunuhan pada Jumat, 24 Juni 2022 pagi.

"Karena kata-kata yang sangat menyinggung, membawa nama orangtua," kata tersangka RN, saat dihadirkan dalam presa rilis di Mapolres Sintang, Senin 27 Juni 2022.

Semula, tersangka RN mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 150 ribu rupiah kepada Tjin Tek Fo alias Susanto. Namun, keluar ucapan tidak menyenangkan dari bosnya yang menyinggung RN.

RN mengaku baru 12 hari bekerja dengan Tjin Tek Fo alias Susanto di toko aneka ban. "Kerja baru 12 hari. Masih baru. Gajian setiap minggu," ungkapnya.

Selama bekerja bersama Tjin Tek Fo alias Susanto, RN sudah pernah sekali menerima gaji. Namun, uang itu tidak cukup untuk biaya hidup. "Uang 150 ribu untuk makan, karena saya sama sekali gak ada pegang duit, pak" akunya.

Cekcok mulut sempat terjadi sebelum RN mengambil besi dan memukul bosnya. RN mengaku semula tak ada niat untuk membunuh Tjin Tek Fo alias Susanto.

"Awalnya gak ada niat untuk membunuh. Tapi ketika pukulan pertama jarak berapa detik gitu ada kepikiran, 'Ini kalau gak diselesaikan makin panjang urusanya, bisa berabe. Trus aku nambah lagi mukul di kepala', kemudian kutarik, ambil uang nutup pintu depan, terus mukul lagi di bagian hidung karena sangat terdengar keras nafasnya," ungkap RN.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved