Berita Palangkaraya

NEWS VIDEO, 22 Tahun Keliling Indonesia Lintasi 14 Provinsi Dengan Bersepeda Inilah Sosok Masrani

Masrani pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini tampak sibuk menimbun tanah di jalan berlobang di Mahir Mahar Palangkaraya.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sosok Masrani pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini tampak sibuk menimbun tanah di jalan berlobang di Mahir Mahar Palangkaraya.

Disekitarnya tempatnya melakukan pekerjaan tampak anaknya seorang perempuan yang mengalami sakit epilepsi sabar menunggu sang ayah sedang menutup jalan berlubang dengan tanah yang ada di pinggiran jalan.

Tak jauh dari lokasi dia mencangkul tanah dan menimbun jalan berlubang terlihat sepeda miliknya yang selama ini dibawanya berkeliling selama 22 tahun.

Masrani yang merupakan sosok lelaki berkulit coklat legam ini telah mengayuh sepeda berkeliling Indonesia,  dia bahkan sudah menjelajahi di 14 Provinsi.

Itu dilakukannya selama 22 Tahun dengan tujuan anak perempuannya yang sakit Epilepsi dapat sembuh, dia ingin mencari obat untuk menyembuhkan anaknya.

Baca juga: Aksi Dua Penjambret Jalan Trikora Banjarbaru Gagal, Pegawai RSDI Melawan Pelaku Terjatuh Dari Motor

Baca juga: Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati Datangi Lokasi Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, Rumah Warga Jalan Murjani Jadi Arang, Belasan Tim Damkar Padamkan Api

Namun saat diperjalanan menjumpai jalan yang berlubang, dia tidak segan untuk mengambil tanah di sekitar lokasi untuk menutupnya, agar para pengendara tidak terjungkal jatuh. 

Berbekal pacul dan ember dia mengambil tanah dan bergegas menutup lubang jalan. Semula jalan yang berlubang membahayakan pengendara, perlahan menjadi rata karena tumpukan tanah yang dibuat Masrani. 

"Sebenarnya kami ini kegiatan keliling Indonesia dengan sepeda ontel itu. Saya senang lihat jalan tidak berlubang. Kasihan orang yang lewat, kita bantu lah," kata Masrani, Jumat (27/5/2022). 

Pekerjaan menambal jalan berlubang tersebut dikerjakan Masrani dengan ikhlas, tidak meminta imbalan. Namun jika ada orang yang berbelas kasih dia menerimanya. 

"Tujuannya membantu dan mencari pahala, takutnya kalau malam itu gelap. Pengendara laju bisa jatuh," ucapnya kepada Tribunkalteng.com.

Sementara itu selama 22 tahun kegigihan Masrani mencari obat anaknya yang terkena Epilepsi tak kunjung mendapat kesembuhan. 

Dengan tatap mata merah sedikit kuning Masrani menuturkan suka duka selama puluhan tahun bergelut di jalanan dengan anak nomor duanya itu. 

"Mendengar omongan orang yang menutup jalan ini, saya dibilang kayak orang gila orang bodoh. Omongan itu masuk telinga kiri keluar telinga kanan aja," tuturnya. 

Menurutnya, orang justru berterimakasih dengan pekerjaannya yang menutup lubang jalan tersebut. Pengedara jadi lebih nyaman saat meelintas, bukan malah menganggap rendah perbuatannya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved