Festival Isen Mulang 2022
Makna Malamang, Lawang Sekepeng, Besei Kambe, Lomba di Festival Budaya Isen Mulang 2022 Hari Ini
Acara Festival Budaya Isen Mulang 2022 hari ini adalah Lomba Malamang dan Lawang Sekepeng yang keduanya digelar di Taman Budaya Kalteng
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jumat (20/5/2022), gelaran Festival Budaya Isen Mulang 2022 memasuki hari keempat sejak dibuka pada Selasa (27/5/2022).
Adapun jadwal acara Festival Budaya Isen Mulang 2022 hari ini adalah Lomba Malamang dan Lawang Sekepeng yang keduanya digelar di Taman Budaya Kalteng, di Palangkaraya.
Sementara di bawah Jembatan Kahayan, panitia Festival Budaya Isen Mulang 2022 juga mengadakan Lomba Besei Kambe.
Berdasar susunan acara dari panitia Festival Budaya Isen Mulang 2022, juga digelar Grand Final Jagau dan Bawi Nyai Kalteng di AULA Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.
Baca juga: Festival Budaya Isen Mulang 2022, 9 Kabupaten dan Kota di Kalteng Meriahkan Lomba Besei Kambe
Baca juga: Festival Isen Mulang 2022, Balap Perahu Ketinting Perlu Keahlian Khusus Mengemudi Kecepatan Tinggi
Baca juga: Semarak Lomba Jukung Tradisional Festival Budaya Isen Mulang 2022, Kapuas & Palangkaraya Juara
Malamang merupakan budaya masyarakat suku Adat Dayak yakni membuat makanan Lamang yang beradal dari beras ketan yang sudah dicuci kemudian dimasukkan batang bambu sesuai ukuran dengan dilapisi daun aren atau daun pisang lantas dipanaskan
Lamang menjadi sajian khusus dalam setiap aruh masyarakat suku Adat Dayak.
Lawang Sakepeng adalah atraksi silat suku Adat Dayakdi Kalimantan Tengah.
Lawang berarti pinntu atau gapura, sedangkan sakepeng berarti satu keping.
Lawang Sakepeng biasanya dibuat dari kayu dengan lebar kurang lebih 1,5 meter dengan tinggi 2,3 meter.
Bagian atasnya diukir dengan tanaman rambat dan hiasan burung Enggang, bagian sisi sampingnya dihiasi dengan janur atau daun kelapa muda serta telawang.
Atraksi tersebut untuk menyambut tamu yang hadir dalam upacara adat atau kini biasa disajikan dalam upacara pernikahan.
Sementara Besei Kambe adalah beradu kekuasan mendayung di arah berlawanan dalam jukung atau perahu yang sama.
Besei Kambei adalah permainan suku Adat Dayak yang konon berasal dari cerita legenda yang bernilai mistik.
Diceritakan warga di sebuah kampung tengah menggelar ritual adat yang dihadiri banyak orang.
Saat itu warga berdatangan menggunakan transportasi air yang oleh orang Dayak disebut jukung.