Berita Pulang Pisau
IRT Kahayan Tengah Pulang Pisau Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Akhiri Hidup di WC Tempat Tinggalnya
Seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan meninggal tak wajar di dalam WC sebuah barak tempat ia tinggal.
Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan meninggal tak wajar di dalam WC sebuah barak tempat ia tinggal.
Korban perempuan tersebut berinisial SU (35), yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Lokasi terjadinya gantung diri dilakukan di WC Barak, Desa Bukit Bamba, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut dibenarkan Kapolres Pulang Pisau, AKBP Kurniawan Hartono melalui Kasihumas Polres Pulang Pisau, AKP Daspin.
Baca juga: Kepala BPS Kalteng : Media Berperan Penting Sukseskan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan
Baca juga: Lomba Jukung Tradisional, Balogo dan Mangenta, Simak Acara Festival Budaya Isen Mulang 2022 Hari Ini
Baca juga: Festival Budaya Isen Mulang 2022, Sepak Sawut Main Bola Api Tradisi Dayak Dulu Untuk Ritual Kematian
“Peristiwa bunuh diri tersebut diketahui terjadi, pada Rabu (18/5/2022) siang di Desa Bukti Bamba. Dengan korban SU (35),” jelasnya, Kamis (19/5/2022).
Kasihumas Polres Pulpis pun menjelaskan kronologi pertama kali SU ditemukan tak bernyawa.
“Sebelum korban ditemukan meninggal, sekira pukul 12.00 WIB SU sempat mendatangi suaminya yakni Rohmat,” ujar Kasihumas.
Kemudian korban meminta kepada suaminya untuk dibelikan minuman es, setelah dibelikan korban kembali ke baraknya.
Suami korban bekerja di pabrik pencetakan batako, ditemani anaknya Jamal.
Jaman memanggil penjual bakso, kemudian membungkus 2 porsi untuk diberikan pada ibunya.
“Sesampainya di barak, anak korban tidak menemukan ibunya di dalam barak. Kemudian ia kembali ke tempat kerja ayahnya memberitahukan hal tersebut,” ujar AKP Daspin.
Mendengar hal tersebut, Rohmat pun menuju ke barak untuk mencari istrinya di sekitaran barak.
“Pada saat mencari SU, Rohmat menemukan istrinya sudah meninggal dunia dalam posisi gantung diri,” terangnya.
Ia melanjutkan, SU gantung diri pada ventilasi WC menggunakan tali nilon putih yang terikat di leher.
Rohmat pun berusaha mengangkat istrinya, karena tak kuat, ia pun meminta tolong kepada warga.
“Jenazah korban pun diangkat oleh 2 warga yang mendengar teriakan Rohmat. Kemudian jenazah dibawa ke dalam barak,” terang AKP Daspin.
Pihak kepolisian yang datang pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tempat korban gantung diri.(*)