Berita Palangkaraya
Kalteng Memasuki Peralihan Musim, Warga Diminta Waspada Terhadap Potensi Bencana Banjir
Beberapa hari terakhir beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Beberapa hari terakhir beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Bahkan, jika hal tersebut terus berulang, pastinya Kalteng akan kembali terendam banjir.
Terutama hujan yang mengguyur daerah hulu akan mengantarkan air ke daerah yang memiliki dataran lebih rendah.
Prakirawan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya, Lian Adriani memaparkan daerah yang rawan banjir di Kalimantan Tengah pada Mei 2022.
“Sebagian besar wilayah Kota Palangkaraya, terdapat zona kuning yang menandakan rawan banjir,” terangnya, Jumat (13/5/2022).
Baca juga: Viral Buaya di Kawasan Pantai Ujung Pandaran, BKSDA Kalteng Minta Warga & Pengunjung Waspada
Baca juga: Aksi Pencurian Kotak Amal Kosong Masjid Ar-Robbani di Palangkaraya Terekam CCTV
Baca juga: Suspek PMK Ditemukan di Kobar Kalteng, Pedagang Daging Sapi Pasar Kahayan Akui Penjualan Turun
Sedangkan daerah rawan banjir untuk Kalteng sendiri, berada pada level menengah dan rendah.
“Kalteng saat ini berada pada peralihan musim, dimana sering terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun terdapat wilayah yang mengalami hujan ringan pula,” ujar Prakirawan BMKG Palangkaraya tersebut.
Ia juga memaparkan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah untuk 1 minggu ke depan.
“Suhu udara di Kalteng berkisar 23-34 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar 55-100 persen,” paparnya.
Ia menambahkan, sedangkan angin umumnya bertiup dari arah barat-barat daya dengan kecepatan berkisar 10-20 km/jam.
Hampir sebagian beaar wilayah Kalteng diperkirakan terjadi hujan sedang hingga lebat.
“Hujan sedang hingga lebat di Kalteng, disertai dengan angin kencang dan kilat atau petir. Kami meminta warga selalu waspada terjadinya bencana,” ungkap Lian Adriani.
BMKG Palangkaraya juga mengimbau warga waspada potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Hal tersebut diakibatkan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Meski begitu, pada bagian pesisir pantai prospek tinggi gelombanh mingguan berada pada angka 0,5 hingga 0,75 meter.
“Kalau untuk gelombang di pesisir selatan Kalteng masih berada di angka 0,5 sampaj 0,75 meter. Ini dikategorikan gelombang yang rendah,” ujarnya.
Meski rendah, BMKG Palangkaraya tetap meminta warga Kalteng untuk tetap waspada terhadap potensi bencana saat peralihan musim berlangsung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/erughfjqs.jpg)