Berita Palangkaraya

Viral Buaya di Kawasan Pantai Ujung Pandaran, BKSDA Kalteng Minta Warga & Pengunjung Waspada

Sebuah video viral di media sosial terkait penampakan buaya berada di kawasan di Pantai Ujung Pandaran, Desa Pandaran, Teluk Sampit, Kotim, Kalteng

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribun Kalteng/Ghorby Sugianto
Ilustrasi buaya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sebuah video viral di media sosial terkait penampakan buaya berada di kawasan di Pantai Ujung Pandaran, Desa Pandaran, Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hal tersebut membuat masyarakat di sekitaran area pantai, harus lebih waspada saat rekreasi di kawasan tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKDSA) Kalteng, Nur Patria Kurniawan mengatakan, buaya yang berada di lepas Pantai Ujung Pandaran berasal dari Sungai Purun.

“Berdasarkan dari keterangan warga sekitar, buaya berasal dari muara Sungai Purun. Terlebih buaya tersebut berukuran besar, serta tengah mencari makan,” terangnya pada Tribunkalteng.com, Jumat (13/5/2022).

Ia mengatakan, dari pihak BKSDA membuat imbauan berupa spanduk di dekat muara Sungai Purun dan jalan negara menuju pantai.

Baca juga: Kejadian Berulang, Warga Desa Paduran Pulpis Ahmadi Diterkam Beberapa Buaya Sebangau saat Dalam Air

Baca juga: Tubuh Pencari Galam di Muara Pangkoh Pulangpisau Tidak Utuh, Diduga Diterkam Buaya Sebangau

“Spanduk yang dipasang, bertujuan agar warga sekitar dan para nelayan yang mencari ikan lebih waspada terhadap serangan buaya,” ujar Nur Patria.

Terlebih muara sungai tersebut merupakan habitat buaya, dipastikan akan banyak sekali buaya yang mendiami area tersebut.

“Pemasangan spanduk imbauan juga dibantu oleh pihak pengelola wisata setempat. Bahkan dari informasi yang berhasil kami himpun, dari sebagian besar sungai yang ada di Pantai Ujung Pandaran hingga ke Sungai Bakau, warga sering melihat aktivitas buaya,” jelasnya.

Nur Patria mengatakan, saya bersama tim melakukan pengarahan dan imbauan kepada warga dan pengunjung kawasan wisata.

Baca juga: Ganasnya Buaya Sebangau, Sudah 4 Korban, BKSDA Kalteng Minta Tidak Ada Perburuan Balas Dendam

Baca juga: Penampakan Buaya Berjemur di Sungai Mentaya, BKSDA Ingatkan Saat Ini Musim Kawin Jadi Lebih Agresif

“Kami memberikan pengarahan dan imbauan pada para warga dan pengunjung, untuk lebih waspada terhadap kemunculan buaya saat beraktivitas di sungai maupun laut,” terangnya.

Selain itu, para nelayan dilarang keras tidak menggunakan alat penangkap ikan yang tidak sesuai, seperti bom ikan, setrum, dan racun.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan saat diwawancarai sebelum pelepasliaran Orangutan, Selasa (14/12/2021).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan. (Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel)

“Karena rusaknya ekosistem dan banyaknya ikan yang mati akibat penggunaan alat yang tak sesuai aturan. Hal tersebut yang membuat buaya mencari sumber makanan hingga ke laut,” terang Nur Patria.

Di sisi lain, BKSDA Kalteng juga meminta kerja sama dengan pihak pengelola tempat wisata.

“Kami meminta kerja sama dengan pengelola tempat wisata, jika melihat aktivitas hewas liar seperti buaya maupun orang utan. Segera laporkan kepada kami, agar dapat dilakukan evakuasi secepatnya,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved