Berita Palangkaraya

Kuota Haji Reguler 2022 Provinsi Kalteng 731 Orang, Batas Usia 65 Tahun dengan Biaya Rp 41 Juta

Provinsi Kalteng mendapatkan jatah 731 jemaah haji reguler terdiri dari 14 seluruh Kalteng, batas usia 56 tahun dengan biaya mencapai Rp 41 juta lebih

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Screenshoot Fb Tribunkalteng.com
Kakanwil Kemenag Kalteng, Noor Fahmi saat menghadiri Podcast Tribunkalteng.com, Kamis (28/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan jemaah haji tahun 2022 sebesar 1 juta jiwa terbagi dari dalam negaranya dan luar negaranya, termasuk Indonesia kebagian 151 ribu kuota haji.

Sedangkan untuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapatkan jatah 731 jemaah haji reguler yang terdiri dari 14 kabupaten dan kota.

Jumlah itu menurun dari jatah tahun 2020 karena batasan dari pemerintah Arab Saudi.

"Indonesia mendapatkan jatah 151 ribu orang . Untuk Kalteng 731 Jemaah haji reguler, sementara daftar tunggu jemaah haji di Kalteng 39 ribu orang," kata Kakanwil Kemenag Kalteng, Noor Fahmi saat menghadiri Podcast Ruang Tamu Tribun Kalteng, Kamis (28/4/2022).

Dia menuturkan, jika ada batasan usia diberlakukan untuk calon jemaah haji, maksimal 65 tahun kelahiran 30 Juni 1957.

Baca juga: 22 Orang Jemaah Tunda Keberangkatan, 731 Jemaah Haji Kalteng Berhak Berangkat Tahun Ini

Yang tertinggi sesuai urutan akan berangkat ibadah haji lebih dahulu sesuai antrean, pihaknya juga tidak membenarkan jika nomor urut dapat diloncati begitu saja.

"Tidak benar jika ada isu lompatan urutan dan bisa diurus didahulukan, karena aturannya sesuai urutan tertinggi yang mendaftar terlebih dahulu itulah yang diberangkatkan," jelasnya.

Ungkapnya, penyebaran jemaah haji di kabupaten dan kota di Kalteng juga sesuai urutan, menurutnya Kota Palangkaraya tidak tentu paling banyak, tapi semuanya sesuai urutan.

Lebih lanjut, Jika ada yang membatalkan keberangkatan ibadah haji karena uzur atau kendala lainnya maka mekanismenya ada nomor urut cadangan yang sekarang ada 147 cadangan.

Pihaknya juga mempersiapkan segala keperluan keberangkatan ibadah haji, seperti vaksinasi dosis lengkap, paspor, ilmu manasik haji, dan tetap jaga kesehatan.

Baca juga: Kemenag Kapuas Lakukan Persiapan Keberangkatan Haji, Calon Jemaah Lebih 300 Orang

Baca juga: BREAKING NEWS, Kemenag Kalteng Lakukan Rukyatul Hilal dari Atap Hotel Aquarius Palangkaraya

"Biaya perjalanan haji mengalami kenaikan dari tahun 2020 lalu, Rp 38.750.000 menjadi Rp 41.053.216," bebernya.

Namun, untuk jemaah haji yang sudah melunasi biaya perjalanan haji di tahun 2020 tidak perlu lagi menambah, karena biayanya tetap sama saat melunasi.

Kendati demikian, jemaah haji yang belum melunasi di tahun 2020, biaya mengikuti besaran pelunasan tahun sekarang. Sama dengan calon jemaah haji yang mendaftar di tahun 2022.

"Ini perlu juga kami sampaikan bahwa, biaya perjalanan ibadah haji sebenarnya sangat tinggi sekali, kisaran 81 juta per orang. Karena ada nilai manfaat, sehingga menjadi 41 juta," tegas Noor Fahmi.

Dia menjelaskan, bagi petugas haji daerah yang diutus, akan membayar dengan besaran Rp 81juta karena sifatnya baru, berbeda dengan calon jemaah haji yang sudah mengantre.  (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved