Masih Marak Istilah Kadrun, Cebong, Kampret dan BuzzerRp di Medsos, Ternyata Begini Sejarahnya

Julukan bahkan tudingan kelompok Kadrun, Cebong, Kampret dan BuzzerRp saat ini makin kencang di kalangan netizen

Editor: Dwi Sudarlan
intisari online
Ilustrasi pertikaian di medsos. 

TRIBUNKALTENG.COM - Bukannya mereda setelah Pilpres 2019 berakhir, julukan bahkan tudingan kelompok Kadrun, cebong, kampret dan BuzzerRp justru makin kencang terutama di kalangan netizen.

Bahkan, hingga kini istilah Kadrun, cebong, kampret dan BuzzerRp terus saja marak wira wiri di unggahan medsos.

Tragisnya, istilah-istilah itu digunakan dalam nada menyindir bahkan memaki atau menghujat kelompok lain.

Padahal dulu diharapkan setelah Pilpres 2019 berakhir, polarisasi di masyarakat juga selesai.

Baca juga: Dua Pejabat Pemko Medan yang Dicopot Menantu Jokowi Ternyata Suami Istri, Bobby Sebut Kasus Ini

Baca juga: Presiden Jokowi Larang Menteri dan Kepala Daerah Tepuk Tangan, Marah Karena Masih Banyak Impor

Baca juga: 26 Mei 2022, Ketua MK Jadi Adik Ipar Presiden Jokowi, Begini Perkenalan Anwar Usman dengan Idayati

Apalagi dua kontestan Pilpres, Jokowi dan Prabowo Subianto juga telah bersatu di dalam kabinet.

Namun, fakta yang terjadi, pembelahan di masyarakat tetap terjadi.

Julukan cebong, kampret, BuzzerRp, hingga Kadrun mewarnai media sosial beberapa tahun terakhir.

Mengkaji fenomena ini, analis media sosial Drone Emprit merekam percakapan yang mengandung istilah cebong, kampret, BuzzerRp, dan Kadrun selama 7 tahun, terhitung sejak 1 Juli 2015 hingga 16 April 2022.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi menyatakan telah mengumpulkan sebanyak 14 juta lebih percakapan di Twitter mengenai istilah cebong, kampret, BuzzerRp, dan Kadrun.

Sementara itu, menurut analisis Fahmi, sejak Januari hingga April 2021 tepatnya setelah Pilpres 2019, penyebutan istilah-istilah tersebut masih berlangsung.

Laporan Fahmi mengungkapkan, tradisi penyebutan kelompok netizen dengan nama tertentu ini dimulai oleh panggilan ”cebong” dari pendukung Prabowo Subianto terhadap para pendukung Joko Widodo (Jokowi) sejak Agustus 2015.

Dalam satu tahun terakhir (1 Januari 2021 - 17 April 2022), hiruk-pikuk percakapan yang mengandung panggilan nama kelompok ini didominasi oleh panggilan terhadap :

“kadrun” 54 %,

“kampret” 17 %,

“buzzeRp 12 % + buzzerRp 5 %” = 17 %,

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved