Breaking News:

Penemuan Jenazah di Tangkiling

Tim ERP Gunakan Dua Lapis Kantong, Evakuasi Jenazah di Kebun Singkong Tangkiling

Tim evakuasi melakukan evakuasi jenazah dari tempat kejadian perkara menuju Ruang Jenazah RS harus menggunakan dua lapis kantong jenazah.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/pangkan B
Jenazah pria yang ditemukan meninggal di Kebun Sinngkong Tanngkiling Palangkaraya saat berada di ruang visum, Kamis (14/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kondisi jenazah seaorang pria yang ditemukan di Kebun Singkong Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Palangkaraya saat ditemukan dalam keadaan bau busuk, Kamis (14/

Ini menyebabkan, tim evakuasi terpaksa melakukan evakuasi jenazah dari tempat kejadian perkara menuju Ruang Jenazah RS harus menggunakan kantong jenazah tebal.

Ketua Emergency Response Palangkaraya (ERP), Jean Steve Austen yang melakukan evakuasi jenazah mengatakan, pihaknya sudah melakukan evakuasi jenazah di Kebun Singkong tersebut.

Ini, setelah mereka mendapatkan laporan mengenai penemuan jenazah di kebun kemudian langsung ke TKP.

Baca juga: Polresta Palangkaraya Amankan Seorang Pengedar Narkotika, Sebanyak 2,27 Gram Sabu Disita

Baca juga: Saat Ditemukan Kondisi Jenazah Pria di Kebun Singkong Tangkiling Keluarkan Bau Busuk

Baca juga: BREAKING NEWS, Jenazah Seorang Pria Ditemukan Warga di Kebun Singkong

“Tim kami bergegas menggunakan unit ambulan mendatangi lokasi bersama dengan Inafis Polresta Palangkaraya untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya pada Tribunkalteng.com, Kamis (14/4/2022).

Setelah sampai di lokasi kejadian, tim melakukan evakuasi menunggu olah tempat kejadian perkara oleh Inafis.

Jenazah diperkirakan sudah cukup lama, melihat dari kondisi dan bau yang tercium.

Usai olah TKP dilakukan, tim ERP melakukan evakuasi pada jenazah pria tersebut.

Korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang dilapis dua.

“Proses berjalan lancar dan aman, tidak ada kendala saat evakuasi korban. Namun karena kondisi korban yang sudah membusuk, sebelum memasukkan ke dalam Ambulan, harus kami lapis dengan 2 kantong jenazah,” jelas Jean.

Ia mengatakan, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Doris Sylvanus.

“Jenazah dibawa ke ruang kamboja untuk dilakukan visum untuk mengetahui penyebab korban meninggal,” tutupnya.

Selanjutnya, visum jenazah dilakukan oleh dokter forensik yang bertugas. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved