Ramadhan 2022

Mutiara Ramadhan 2022 MUI Kalteng, Makna Mulia dari Ucapan Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan 2022, Marhaban Ya Ramadhan, sering diucapkan atau didengar dari umat Islam saat tibanya Bulan Suci Ramadhan dalam setiap tahunnya.

Editor: Fathurahman
tangkapan layar
Ramadhan 2022, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, DR H Khairil Anwar, saat memberikan tausiah Program Mutiara Ramadhan 2022 di Tribunkalteng.com. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ramadhan 2022, Marhaban Ya Ramadhan, sering diucapkan atau didengar dari umat Islam saat tibanya Bulan Suci Ramadhan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, DR H Khairil Anwar, memberikan tausiah untuk menjelaskan makna yang terkandung dari perkataan atau ucapan Marhaban Ya Ramadhan tersebut.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya ini menjelaskan makna ucapan Marhaban Ya Ramadhan tersebut.

Kata Marhaban terambil dari kata Arohbah yang artinya tanah yang luas atau tanah lapang.

"Ketika datang tamu tentu kita merasa senang dan bahagia, apalagi tamu yang datang itu mulia dan penuh keberkahan yakni Bulan Ramadhan," ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2022 Sabtu 2 April 2022 untuk Palangkaraya & Banjarmasin, Jam Buka & Sahur

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Religi Ramadhan 2022, Marhaban Ya Ramadhan, Dipopulerkan Haddad Alwi

Baca juga: Saat Ramadhan Pelayanan Publik Tetap Optimal, Jam Kerja ASN Kapuas Mengalami Penyesuaian

Tokoh Agama Islam Kalimantan Tengah ini  menjelaskannya saat mengisi Program Mutiara Ramadhan 2022 MUI Kalimantan Tengah yang ditayangkan Tribunkalteng.com.

Tamu Ramadhan memang harus disambut dengan kegembiraan, karena dalam Bulan Ramadhan ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

"Malam Al-Qodhar atau Lailatul Qodhar," jelasnya.

Itu sebabnya, selama ini Umat Islam menyambut datangnya Bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan.

Ini, merupakan salah satu keistimewaan Bulan Ramadhan yang selalu dirindukan oleh umat islam.

Banyak lagi keistimewaan dalam Bulan Ramadhan tersebut, seperti  pahala ibadah yang dilipatgandakan Allah Taala, termasuk ibadah sunah.

Bahkan puasa, Allah sendiri yang akan melipatgandakan pahalanya.

Makna kedua dari kata Marhaban berarti tempat untuk mengambil bekal.

Diibaratkan untuk memperbaiki kendaraan ketika melakukan perjalanan jauh layaknya seperti rest area atau tempat istirahat usai melakukan petlrjalanan jauh.

Karena itu selama Bulan Ramadhan umat Islam diwajibkan berpuasa.

"Kita makan di sana lalu mengambil bekal sekaligus juga kita memperbaiki kendaraan kita setelah melakukan perjalanan jauh," papar H Khairil Anwar.

Selama Bulan Ramadhan, umat islam diimbau mengambil bekal sebanyak-banyaknya dengan melakukan ibadah semaksimal mungkin.

Juga mengurangi beban dosa dengan memperbanyak istigfar di bulan yang suci dan penuh berkah ini. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved