Berita Palangkaya

Koki Rumah Makan Teriak Lihat Ular di Langit Gudang, Animal Rescue ERP Evakuasi Piton 2 Meter

Ular piton sepanjang 2 meter masuk ke salah satu rumah makan di kawasalan Jalan RTA Milono, Palangkaraya, Minggu (27/2/2022)

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Pangkan Putra Bangel
Penanggung jawab lapangan Tim Animal Rescue ERP, Yustinus Exaudi mengevakuasi ular piton yang masuk ke salah satu rumah makan di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (27/2/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Satwa liar ular masuk permukiman kembali terjadi di Palangkaraya, kali ini ke rumah makan.

Ular piton sepanjang 2 meter masuk ke salah satu rumah makan di kawasalan Jalan RTA Milono, Palangkaraya, Minggu (27/2/2022).

Masuknya ular diketahui oleh koki rumah makan tersebut.

Pemilik rumah makan, Ria (34) mengungkapkan kokinya melihat ada ular saat  hendak mengambol tabung gas di gudang.

“Dia terkejut dan langsung berteriak karena melihat ular sedang menggantung di langit-langit gudang,” kata dia.

Baca juga: Khasiat Daun Sirih Jadi Obat Ular King Kobra Garaga, Panji Petualang Beri Tindakan Khusus

Baca juga: ERP Animal Rescue Kembali Evakuasi Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter, Memangsa Ayam Warga Hiu Putih

Baca juga: Makan Ayam Jago Milik Warga Bangaris, Ular Piton Sepanjang 3,5 Meter Berhasil Dievakuasi

Ria kemudian menghubungi call canter Emergency Reponce Palangkaraya (ERP) yang langsung mengerahkan personel Tim Animal Rescue ke lokasi.

Begitu tiba di lokasi, mereka langsung melakukan herping atau penyisiran.

Ular diketahui sudah berada di pojok kanan gudang.

Ular langsung ditangkap menggunakan stik pencapit untuk dievakuasi.

Penanggung jawab lapangan Tim Animal Rescue ERP, Yustinus Exaudi mengatakan ular yang masuk ke rumah makan tersebut berjenis piton.

“Ular memiliki panjang sekira 2 meter, tidak ada kesulitan saat evakuasi ular. Namun kami harus melakukan penyisiran lokasi untuk mencari keberadaan ular,” ucapnya.

Yustinus mengatakan, sebaiknya setelah melihat ular, jangan langsung meninggalkan lokasi.

Disarankan tetap memantau keberadaan ular itu dalam jarak yang aman.

“Hal tersebut akan mempermudah evakuasi mengetahui pergerakan ular. Ular bisa saja sudah pergi atau berpindah tempat, dan sulit untuk ditemukan lagi,” ujar Yustinus Exaudi.

Dia menduga, ular itu masuk karena halaman samping terdapat tumbuhan yang cukup rimbun dan jarang dibersihkan.

Piton yang berhasil dievakuasi langsung dimasukkan ke dalam karung untuk diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) sebelum dilepasliarkan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved