Berita Palangkaraya

NEWS VIDEO, Harga Kedelai Naik, Pedagang Siasati Ukuran Tahu Tempe Diperkecil Namun Harga Tetap

Harga kacang kedelai yang tinggi berimbas pada harga dan ukuran tahu tempe disemua wilayah di Indonsia, termasuk di Kota Palangkaraya

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Nita Maulina
Produsen tahu di Jalan RTA Milono ikut merasakan dampak lonjakan harga kacang kedelai global, Selasa (15/2/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harga kacang kedelai impor mulai melonjak naik karena mengikuti harga global, sehingga produsen tahu tempe kena imbas dari kenaikan harga tersebut.

Dampak kondisi tersebut tak hanya dirasakan di Pulau-pulau Jawa namun juga wilayah Kota Palangkaraya.

Menurut Pedagang tahu tempe Palangkaraya Yanto mengatakan, dari beberapa tahun lalu memang sering mengalami kenaikan harga kedelai.

 "Kita sudah gak kaget mendengar harga kacang kedelai naik, karena memang dari dulu harganya sudah naik sedikit demi sedikit," ucap Yanto kepada Tribunkalteng.com

Ia menambahkan jika harga sudah naik maka akan naik terus dan tidak ada penurunan.

Sehingga diapun memutar otak untuk menyesiasati hal tersebut agar mereka tetap untung dan pembeli tidak mengeluh harga yang naik.

Baca juga: Pedagang Pasar Kahayan Enggan Turunkan Harga Minyak Goreng, Masih Jual Stok Lama, Ini Alasannya

"Tinggal bagaimana kitanya saja menghadapi kenaikan harga, jika dinaikan harganya maka konsumen banyak yang enggan membeli makanya sebagian produsen menyesiasati dengan ukuran yang diperkecil," ungkapnya.

Yanto mengatakan, jika harga naik maka untuk ukuran tempe diperkecil, walaupun sebelum kenaikan ukuran tempe tahu masih ukuran standar. Namun sekarang tidak bisa begitu.

"Paling kita kurangin untuk ukuran tempe hingga1 cm atau 2 cm," ucapnya.

Berdasarkan pantauan Tribunkalteng.com pada satu diantara produsen tahu yang bernama Dewi Sartika,yang ada di Kota Palangkaraya beralamat di Jalan RTA. Milono mengatakan dampak dari kenaikan harga sangat dirasa pihak produsen.

Menurutnya selaku pemilik tempat produksi tahu, jika harga tahu mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000.

Baca juga: Kebun Buah di Kalampangan Jadi Ikon Wisata di Kota Palangkaraya

Baca juga: Penataan Kawasan Kuliner Bawah Jembatan Kahayan Kota Palangkaraya Sedot Dana Rp 30 M

"Harga tahu yang awalnya kita jual satu kaleng Rp 80.000 menjadi Rp 85.000, hal ini disebabkan harga kacang kedelai yang meningkat," tuturnya.

Untuk harga satu kwintal kedelai saat ini Rp 1.200.000 yang mana beberapa minggu terakhir terus mengalami kenaikan.

"Untuk bahan bakunya sendiri kita mengambil dari Banjarmasin,dalam sehari kita dapat memproduksi tahu sebanyak 6 kwintal dan maksimal 10 kwintal tergantung kemampuan mesin uap yang digunakan," tandas Dewi Sartika. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved