Berita Palangkaraya

Emi Abriyani: Sekolah Dilockdown Selama Seminggu Apabila Ada yang Terpapar Covid-19

Ketua Harian Satgas Covid-19 Palangkaraya Emi Abriyani mengatakan, apabilasatu sekolah yang siswa terpapar Covid-19, maka sekolah dapat dilockdown

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Lamsi
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya Emi Abriyani. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Ketua Harian Satgas Covid-19 Palangkaraya Emi Abriyani mengatakan, apabila ada disatu sekolah yang siswa terpapar Covid-19, maka sekolah tersebut dapat dilockdown selama seminggu.

"Kita sarankan paling tidak satu kelas melakukan lockdown terlebih dahulu dalam waktu satu minggu kedepan," ucapnya kepada Tribunkalteng.com, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, kondisi pendidikan Kota Palangkaraya sejauh ini masih melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Karena untuk kebijakan PTM itu memang kewenangan sekolah dan Dinas Pendidikan.

“Walaupun hingga saat ini dibatasi PTM tidak lagi 100 persen dan hanya 50 persen saja," terang Emi Abriyani.

Saat ditanyakan mengenai adanya siswa terkonfirmasi Covid-19 SMPN 2 Palangkaraya. Emi Abriyani mengatakan, ada dua siswa yang positif Covid-19.

Baca juga: Emi Abriyani: Bisa Rekomendasikan Penghentian PTM Apabila Penerapan Prokes Sekolah Jelek

"Sebelumnya terdapat dua kasus yang terkonfirmasi di SMPN 2 Kota Palangkaraya dan kemaren terdapat satu kasus positif rapid antigen yang kemudian akan di swab PCR," jelas Kepala BPBD Kota Palangkaraya ini.

Oleh karena itu pihaknya bersama puskesmas, terus berkoordinasi dengan sekolah untuk melakukan pengecekan menggunakan rapid antigen.

"Karena sebelumnya terdapat siswa yang positif maka dilakukan pengecekan satu kelas dan kemaren bertambah satu orang siswa yang positif saat di cek rapid antigen," ungkap Emi Abriyani.

Rapid antigen pada sekolah  tersebutpun dengan sistem secara acak dan ada juga secara keseluruhan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, PTM di Palangkaraya Tetap Berjalan 50 Persen

Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, Satgas Covid-19 Kalteng: Instruksi Gubernur Penghentian PTM Sedang Diproses

"Apabila terdapat kasus maka semua siswa dan guru yang akan di rapid antigen, namun apabila tidak ditemukan kasus maka hanya diambil sampel secara acak," tutur wanita berhijab ini.

Emi Abriyani, mengingat kasus semakin meningkat sebaiknya PTM diliburkan dulu sampai semuanya terkendali.

"Apabila memang harus PTM mungkin bisa dengan sistem 50 persen sampai 25 persen saja, atau hanya kelas yang tingginya seperti kelas 9 yang mau ujian saja yang melakukan PTM," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved