Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Marah & Tendang Dinding Bangunan SMA Sampai Ambrol, Ini Gegaranya
Ganjar Pranowo tidak bisa menahan emosi dan menendang dinding bangunan sampai ambrol saat sidak di SMAN Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah
TRIBUNKALTENG.COM, KARANGANYAR - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak bisa menahan emosi dan menendang dinding bangunan sampai ambrol saat sidak (inspeksi mendadak) di SMAN Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Apa yang terjadi? Minggu (30/1/2022), Ganjar Pranowo meninjau proses pembangunan SMAN Tawangmangu
Perlu diketahui, pada 12 Juni 2021 lalu, Ganjar Pranowo pula yang melakukan peletakan batu pertama di sekolah tersebut.
Nah, saat sidak kemarin, Ganjar sontak terpantik emosinya saat mengecek tembok bangunan sekolah.
Apalagi kemudian terungkap tembok itu palsu karena saat ditendak langsung ambrol atau bolong.
Diduga dinding bangunan SMAN Tawangmangu tidak menggunakan tembok bata atau beton tetapi kalsiboard.
Berikut sejumlah fakta Ganjar Pranowo marah dan menendang dinding bangunan SMAN Tawangmangu sampai ambrol.
1. Tembok Palsu
Ganjar Pranowo mengungkapkan kekecewaannya saat meninjau proyek pembangunan SMAN Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (30/1/2022).
Hal tersebut Ganjar ungkapkan lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, @ganjarpranowo.
Dalam cuitan tersebut, Ganjar mengunggah video saat mengecek pembangunan SMAN Tawangmangu.
Ganjar tampak menendang tembok dinding di bawah jendela kaca hingga tembok tersebut bolong.
Ternyata tembok tersebut merupakan tembok palsu dan Ganjar meminta agar tembok tersebut diganti.
"Ow iyo, kon ngganti iki mas (Oh benar, suruh ganti ini mas)," kata Ganjar sebagaimana terekam dalam video.
Ganjar juga meminta kontraktor dari pembangunan SMAN Tawangmangu untuk bertanggung jawab.
Bahkan Ganjar juga mengancam bahwa tidak ada yang boleh main-main dengan pekerjaan apapun di Jawa Tengah.
"Wah parah, saya kira tembok ternyata palsu. Kontraktor pembangunan SMAN Tawangmangu tadi langsung saya telpon untuk bertanggung jawab. Besok saya kirim tim teknis untuk ngecek semua."
"Tak ada yang boleh main-main dengan pekerjaan apapun di Jateng," tulis Ganjar dalam akun Twitter pribadinya, @ganjarpranowo, Minggu (30/1/2022).
2. Ancam perkarakan kontraktor
Dilansir Kompas.com, setelah mengetahui adanya tembok palsu di SMAN Tawangmangu, Ganjar pun langsung memanggil mandor proyek tersebut.
Dia juga meminta mandor tersebut untuk menghubungi bosnya.
"Ini apa-apaan Mas? Jangan main-main ya, sekarang telepon bosmu, saya mau ngomong," kata Ganjar pada mandor itu.
Mandor tersebut pun menghubungi pimpinan kontraktor SMAN Tawangmangu yang diketahui bernama Heri.
Dengan nada tinggi Ganjar pun berbicara dengan pimpinan kontraktor.
Ganjar menegaskan bahwa sebelumnya dia pernah meminta agar proyek pembangunan ini dilaksanakan dengan integritas, bekualitas, dan tidak ada korupsi.
Setelah melihat hasil pembangunan yang seperti ini, Ganjar pun mengancam pimpinan kontraktor untuk membawa masalah ini ke kejaksaan.
"Masih ingat saya dulu ngomong ya, jaga integritas dan kualitas, jangan korupsi, sekarang pekerjaanmu kayak gini. Mau saya bawa ke kejaksaan?" tegas Ganjar.
Ganjar akhirnya meminta kontraktor untuk memperbaiki proyek pembangunan SMAN Tawangmangu ini.
Jika nanti tak kunjung diperbaiki, Ganjar tidak akan menerima hasil pekerjaan tersebut dan akan memperkarakan ke kejaksaan.
"Kalau enggak bagus kaya gini, saya kembalikan dan saya perkarakan. Jadi kalau mau main-main sama saya, ya saya persoalkan ini," ungkap Ganjar.
3. SMAN Pertama di Tawangmangu
Dilansir laman resmi jatengprov.go.id, SMAN Tawangmangu adalah SMAN pertama yang ada di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Oleh karena itu pembangunan SMAN Tawangmangu sangat ditunggu oleh warga sekitar.
Sebelumnya, siswa lulusan SMP di Tawangmangu mayoritas harus melanjutkan SMA ke SMAN Karangpandan, karena hanya itu SMA negeri yang terdekat.
Namun karena adanya sistem zonasi, maka siswa dari Tawangmangu ini posisinya menjadi tergeser.
Alhasil banyak siswa yang memilih di sekolah swasta, bahkan ada juga yang tidak melanjutkan sekolahnya.
Hadirnya SMAN Tawangmangu diharapkan warga sebagai solusi atas kesulitan dalam melanjutkan sekolah yang dialami banyak anak-anak di Tawangmangu.
Selain itu jarak sekolah yang dekat dengan rumah juga bisa menghemat ongkos perjalanan.
Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani pun merasa terbantu karena jika sekolah dekat maka anak-anak jadi mempunyai waktu untuk membantu orang tua di ladang.
4. Peletakan Batu Pertama Dilakukan Ganjar
Dilansir Kompas TV, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMAN Tawangmangu pada 12 Juni 2021 lalu.
Kecamatan Tawangmangu merupakan satu dari beberapa kecamatan di Jawa Tengah, yang belum memiliki SMA Negeri.
Selama ini, ratusan siswa lulusan SMP di Tawangmangu, melanjutkan ke SMA terdekat, yaitu SMA Negeri Karangpandan di Kecamatan Karangpandan, yang jaraknya sekitar 15 kilometer.
Diketahui rintisan SMA Negeri Tawangmangu sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu.
Dalam acara peletakan batu pertama tersebut Ganjar berjanji akan mencari guru dan kepala sekolah yang baik untuk mengelola SMAN Tawangmangu.
Agar nantinya SMAN Tawangmangu bisa menjadi sekolah yang menyenangkan dan siswa-siswinya bisa menjadi lebih berprestasi.
"Kalau sekolah ini sudah ada, kita cari gurunya yang hebat, kita cari Kepala Sekolah yang mengelola dengan baik."
"Sekolahnya menjadi menyenangkan kemudian anak-anak menjadi lebih berprestasi," kata Ganjar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Ganjar Pranowo Ngamuk di SMA Tawangmangu, Tendang Tembok Palsu hingga Ancam Kontaktor