Kalteng Kecam Penghina Kalimantan

Tugu Soekarno Palangkaraya Jadi Lokasi Aksi Kecam Edy Mulyadi Penghina Kalimantan, Ini Maknanya

Tugu Soekarno adalah simbol Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI) yang diproklamasikan Soekarno dan Mohammad Hatta

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Muhammad Lamsi
Aksi damai Koalisi Ormas Kalteng mengecam pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai menghina Kalimantan, di kawasan Tugu Soekarno, Palangkaraya, Senin (24/1/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ada yang menarik dalam aksi damai Koalisi Ormas Kalteng menanggapi pernyataan Edy Mulyadi, yakni digelar di kawasan Tugu Soekarno, Palangkaraya.

Massa yang protes terhadap pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai menghina Kalimantan itu, sengaja dilakukan di kawasan Tugu Soekarno, Palangkaraya, yang memiliki nilai sejarah.

Tugu Soekarno adalah simbol Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI) yang diproklamasikan Soekarno dan Mohammad Hatta.

Saat berorasi, Ketua Kerukunan Warga Ot Danum (KWOD) Kalteng Guntur Talajan juga menegaskan di lokasi aksi damai itulah, Soekarno selaku presiden saat itu mendirikan Palangkaraya sebagai bagian dari Kalimantan dan NKRI.

Baca juga: Aksi Kecam Penghina Kalimantan di Tugu Soekarno, Massa Serukan Edy Diadili di Sidang Adat Dayak

Baca juga: Siapa Edy Mulyadi yang Hina Kalimantan & Prabowo? Tokoh Adat Dayak Kaltim Minta Proses Hukum

Baca juga: Ormas Kalteng Gelar Aksi Protes, Edy Mulyadi Minta Maaf, Sebut Jin Buang Anak Istilah Daerah Jauh

Bahkan, saat itu Soekarno pun pernah merencanakan memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Palangkaraya. 

"Di sini Presiden Soekarno bertanda tangan saat pembentukan Kota Palangkaraya, sejak saat itu Ibu Kota Negara (IKN) direncanankan dipindahkan ke sini hingga akhirnya ditetapkan di Kalimantan Timur," ujarnya, Senin (24/1/2022).

Dalam aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai organisasi, kelompok dan perkumpulan masyarakat adat, mereka mengecam keras pernyataan Edi Mulyadi yang mengatakan lokasi IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan adalah tempat jin membuang anak.

Juga dikatakan Edy Mulyadi, pasar IKN baru adalah kuntilanak dan genderuwo.

"Kami juga mengecam pernyataan Edi Mulyadi tentang perkataannya yang menyatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto adalah macan mengeong," ujar Toseng membacakan pernyataan sikap yang ditandatangani, Ketua Aksi, Ducun M Umar.

Kawasan Tugu Soekarno yang menjadi lokasi aksi massa Koalisi Ormas Kalteng sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai menghina Kalimantan.
Kawasan Tugu Soekarno yang menjadi lokasi aksi massa Koalisi Ormas Kalteng sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai menghina Kalimantan. (Instagram @jokowi)

Selain itu, mereka juga mendesak dan mendukung aparat hukum menindak Edi Mulyadi.

Tak hanya itu, massa yang tergabung dalam Koalisi Ormas Kalteng juga meminta Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim menggelar Sidang Adat Dayak terhadap Edi Mulyadi.

Ducun M Umar juga menilai pernyataan Edi Mulyadi tidak hanya menghina masyarakat adat Dayak tetapi juga suku lainnya yang mendiami Pulau Kalimantan.

"Kami melakukan aksi ini karena keberatan atas pernyataan Edi Mulyadi yang kami nilai menghina masyarakat Kalimantan umumnya dan masyarakat Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN)," ucapnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved