Di Balik Orangtua Simpan Jenazah Anak 2,5 Bulan, Baju Selalu Diganti & Diduga Ikut Aliran Tertentu

Selama disimpan, keluarga SAR sering sekali mengganti pakaian sang anak, padahal, SAR sudah meninggal dunia

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Tribun Jateng
Keluarga mendoakan jenazah SAR (14) yang sekira 2,5 bulan disimpan di dalam rumah. 

"Diduga kedua orangtua dari SAR ini mengikuti aliran tertentu yang menyebutkan bahwa anaknya belum meninggal dunia," bebernya.

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (http://cdn-2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/ilustrasi-jenazah_20150615_205539.jpg)

Menurut informasi yang didapatkan, bahwa orangtuanya sering sekali mengantikan baju jenazah anaknya.

Hingga ada warga yang melihat dan melaporkan.

Karena, tidak ada yang berani masuk ke rumah tersebut, warga melaporkan kejadian itu ke Muspika Kecamatan Moga.

"Karena lokasinya berada di pegunungan jauh dari perkotaan, kami bersama Muspika Kecamatan Moga langsung menuju ke lokasi."

"Di lokasi kami bersama ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat mengecek jasad yang disimpan di dalam rumah," kata Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto.

Setelah itu, pihaknya memberikan pemahaman kepada keluarga SAR.

Setelah cukup lama, akhirnya tim medis diperbolehkan memeriksa kondisi jenazah.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Banyumudal Moga, diperkirakan SAR telah meninggal dunia dikarenakan penyakit TBC," ucapnya.

Pihaknya menambahkan, setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, akhirnya keluarga korban mau memakamkan jenazah. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Keluarga di Pemalang Simpan Jasad Anak Selama 2,5 Bulan, Rutin Diganti Baju

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved