Berita Kaltara

Pengawasan Diperketat Krayan Menjadi Pintu Masuk WNA dan WNI Ilegal di Nunukan Kaltara

Krayan menjadi salah satu dari WNI dan WNA ilegal masuk ke Nunukan dari 7 titik pintu masuk yang ada di Nunukan, Kaltara

Editor: Sri Mariati
HO/ Rehan Imigrasi Nunukan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) diamankan Imigrasi Nunukan saat diketahui petugas kembali dari Malaysia melalui Krayan, belum lama ini 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan, Kaltara merupakan wilayah terluar yang berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia.

Sehingga tak jarang banyak WNI dan WNA ilegal yang keluar masuk wilayah teritorial Indonesia ini.

Daerah Krayan menjadi salah satu dari WNI dan WNA ilegal masuk ke Nunukan. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak.

“Cegah pergerakan WNI dan WNA ilegal, Kepala Imigrasi Nunukan sebut 7 pintu masuk ini diawasi ketat,” ujarnya.

Jelas Washington Saut Dompak, pihaknya ditugaskan untuk menjaga 7 pintu masuk yang sebelumnya sudah ditentukan oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Ketujuh titik itu, diantaranya Krayan, Lumbis ada dua termasuk di Desa Labang, Sei Menggaris (tidak aktif), Pelanggan Tunon Taka Nunukan, PLBL Liem Hie Djung, dan Pulau Sebatik.

Baca juga: Kapolres Nunukan Sebut Ada 10 Anggota Penganiayaan Seorang Pemuda Telah Diperiksa Propam

Baca juga: Polres Nunukan Musnahkan Sabu 7,3 Kg, Kebanyakan Masuknya Barang Haram Melalui Jalur ‘Tikus’

"Sesuai yang ditentukan oleh Menteri Hukum dan HAM ada 7 titik. Tapi karena pandemi, jadi kami hanya menerima deportasi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan," kata Washington Saut Dompak, Minggu (2/1/2022) sore.

Menurut Washington, pihaknya juga rutin melakukan pengawasan di wilayah Krayan. Pasalnya, wilayah yang letaknya berdekatan dengan Serawak, Malaysia membuat tak sedikit WNI atau PMI kembali ke Indonesia melalui Krayan.

"Kebanyakan PMI termasuk WNI stranded kembali ke Indonesia melalui Krayan. Kalau PMI alasannya kembali secara ilegal, karena sudah tidak digaji lagi oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Ditambah biaya hidup di Malaysia cukup tinggi," ucapnya.

Washington menjelaskan, sebenarnya para PMI atau WNI stranded ingin sekali kembali ke tanah air secara legal.

Baca juga: Polres Nunukan Tangkap 5 Pria Pelaku Tindak Asusila, Korban Hamil 6 Bulan

Namun selama pandemi, pemerintah Malaysia melakukan lockdown wilayah, sehingga pintu keluar masuk secara legal masih ditutup sementara ini.

"Sebenarnya PMI atau WNI kita masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang ada. Tapi karena paspornya tidak ada cap keluar dari Malaysia, makanya kami anggap ilegal," ujarnya.

Lanjut Washington,"Begitupun perbatasan darat di Pulau Kalimantan sama juga. Kita juga tidak bubuhi cap di paspor mereka, karena tidak ada cap keluar. Saya yakin masih banyak yang ilegal," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Cegah Pergerakan WNI dan WNA Ilegal, Kepala Imigrasi Nunukan Sebut 7 Pintu Masuk Ini Diawasi Ketat.

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved