Capres 2024

Ini Makna Salam Adu Banteng Ala Ganjar Pranowo, Hasto Yakin Tidak Terbujuk Tawaran Capres Golkar

Salam adu banteng dilakukan Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah dengan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Editor: Dwi Sudarlan
instagram @ganjar_pranowo
Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) melakukan salam adu banteng dengan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo 

TRIBUNKALTENG.COM - Setelah viral ditawari menjadi Capres 2024 oleh Golkar, politisi PDIP Ganjar Pranowo kembali jadi perbincangan karena salam adu banteng.

Salam adu banteng ala kader PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) mengemuka saat Ganjar Pronowo menghadiri Pameran Foto Akar di Pendapa Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/11/2021).

Pada acara itu terdapat foto yang menarik perhatian pengunjung yakni salam adu banteng yang dilakukan Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah dengan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Pada foto itu terlihat keduanya berpegangan tangan sambil menempelkan dahi.

Baca juga: Jawaban Mengejutkan Ganjar Pranowo Tentang Tawaran Diusung Partai Golkar Sebagai Capres 2024

Baca juga: Begini Reaksi Petinggi PDIP Dengar Golkar Siap Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Baca juga: Selain Ganjar Pranowo dan Puan, Ini Nama-nama Capres PDI Perjuangan Bocoran dari Hasto Kristiyanto

Informasinya foto itu diambil oleh seorang pegawai humas Pemko Solo pada 2019 silam.

Saat itu FX Hadi Rudyatmo masih menjabat sebagai wali kota Solo menggantikan Presiden Jokowi (Joko Widodo).

Momen salam adu banteng yang dilakukan Ganjar Pranowo dan Hadi Rudyatmo diambil saat keduanya meninjau proyek PLTSA di TPA Putri Cempo, Solo.

Ganjar mengungkapkan, dirinya dan Rudy  (panggilan Hadi Rudyatmo) melakukan salam adu banteng untuk menyamakan pikiran.

Sebab, saat itu mereka tak pernah nyambung saat mengobrol.

Ia pun mengaku tak memahami maksud dari perkataan mantan Wali Kota Solo itu.

"Jadi saya kalau ngomong sama Mas Rudy itu ratau (enggak pernah) nyambung," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (13/11/2021).

"Dia ngomong C, aku nanggepnya D, enggak nyambung," lanjut Ganjar.

Sehingga, menurut Ganjar, mereka harus menempelkan dahi untuk mentransfer hal yang dipikirkan.

"Ben nyambung piye? digatukke bathuke (Biar nyambung bagaimana? ditempelkan dahinya)."

"Kemudian transfer, kayak di-download," beber Ganjar Pranowo.

Diberitakan TribunSolo.com (Tribun Network), Ganjar datang untuk melihat pameran foto bertajuk 44 Tahun Perjalanan Sang Akar dalam Bingkai Fotografi di kediaman Rudy.

Dari berbagai foto yang dipamerkan, Ganjar sangat terkesan dengan foto salam adu banteng.

Sementara itu, Rudy memilih fotonya saat menggendong nenek sebagai foto paling berkesannya.

"Saya gendong nenek nganter ke rumah sakit, karena itu diboncengkan motor jalannya oleng-oleng, kita hentikan," ujarnya.

Diketahui, ada 44 foto yang dipamerkan dalam acara ini.

Foto yang ditampilkan merupakan kiriman dari fotografer, masyarakat umum, wartawan, hingga mahasiswa.

Ada sekitar 300 foto yang dikirim, namun panitia menyeleksi sesuai momen karena keterbatasan tempat.

Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan salam adu banteng dengan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo
Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan salam adu banteng dengan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo (Tangkapan layar youtube kompastv)

Yakin tidak terbujuk Golkar

Sementara itu perbincangan terkait wacana tawaran Ganjar Pranowo menjadi Capres 2024 daeri Golkar ditanggapi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya kepada KompasTV, Jumat (12/11/2021).

“Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Bung Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaan setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo namun Bung Ganjar tidak tertarik,” ujar Hasto Kristiyanto.

“Dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi," ujar Hasto.

Hasto Kristyanto menegaskan bagi PDIP kepemimpinan itu lahir dari proses kaderisasi secara sistemik.

“Bukan dengan membajak kader partai lain sebagai jalan pragmatis kekuasaan,” tegasnya.

Hasto lebih lanjut menambahkan Ganjar Pranowo yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah adalah kader yang lahir dari proses kaderisasi partai.

Selain itu, lanjut Hasto, Ganjar Pranowo dalam rekam jejaknya juga terlibat langsung dalam kegiatan Badiklat Partai.

Sehingga, Hasto meyakini Ganjar akan taat pada AD/ART partai.

“Bung Ganjar Pranowo sebagai kader partai yang lahir dari proses kaderisasi partai dan terlibat langsung dalam kegiatan Badiklat Partai sejak tahun 2000 sangat memahami, bahwa berpartai itu taat pada AD ART Partai,” kata Hasto.

“Kedisiplinan sebagai kader partai itulah yang dimiliki oleh Bung Ganjar,” tambah Hasto.

Selain itu, Hasto menuturkan Ganjar juga memiliki kesadaran historis tentang pentingnya kerja kolektif.

Hal itu dirasakan oleh Ganjar ketika dirinya dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Tengah yang saat itu elektoralnya jauh di bawah incumbent atau petahana.

“Sebab Bung Ganjar tahu betul ketika dicalonkan sebagai gubernur saat itu elektoralnya jauh di bawah incumbent. Hanya karena melalui kerja kolektif, gotong royong, yang menyatu dengan rakyat, Bung Ganjar bisa diperjuangkan sebagai gubernur,” ucap Hasto.

“Kesadaran terhadap aspek historis ini menjadikan Pak Ganjar memahami bahwa urusan capres-cawapres, Kongres Partai telah menyerahkan kepada Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.”

Lantas, dikonfirmasi apakah PDIP tidak khawatir Ganjar Pranowo akan dibajak partai lain.

Mengingat dalam sejumlah hasil temuan lembaga survei, Ganjar Pranowo berada dalam tiga besar peluang menang di Pilpres 2024.

“Setiap anggota dan kader partai itu selalu dihadapkan pada ujian, termasuk godaan kekuasaan. Di situlah mentalitas kader, kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi setiap kader akan diuji,” kata Hasto.

“Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan." kata dia menambahkan.

Sebelumnya diberitakan,  Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid menyebut, kelompok pendukung Ganjar sebagai Capres 2024 tidak perlu khawatir Ganjar tidak diusung menjadi capres dari PDIP. 

Nurdin menyebut, membuka peluang untuk mengusung Ganjar untuk menjadi pasangan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ganjar Pranowo Jelaskan Makna Salam Adu Banteng dengan FX Hadi Rudyatmo

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved