Breaking News:

Berita Kalteng

Koperasi Kalteng Tahun 2020 Naik 3.328 Unit Dengan Jumlah Anggota Mencapai 433.968

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendata jumlah koperasi di Bumi Tambun Bungai selama tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan.

Editor: Fathurahman
istimewa
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran saat memantau produksi UMKM Kalteng, belum lama tadi.   

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendata jumlah koperasi di Bumi Tambun Bungai selama tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan.

Provinsi Kalimantan Tengah saat ini memiliki 3.410 unit koperasi dengan jumlah anggota 433.968, mengalami peningkatan dari 3.328 unit koperasi pada tahun 2020.

Sektor Koperasi dan UMKM yang merupakan gerakan ekonomi kerakyatan yang terus diperhatikan karena harus mampu survive di tengah pandemi.

Pentingnya keberadaan koperasi adalah sebagai badan usaha yang dapat menaungi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca juga: Pengembangan UMKM Kalteng Menjadi Perhatian Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya

Baca juga: Danrem Brigjen TNI Yudianto Putrajaya Bertekad Kembangkan UMKM Kalteng Lebih Maju & Berkah

Baca juga: Inovasi UMKM Berkah Kalteng Dapat Apresiasi Menteri Koperasi dan UMKM

Karena keduanya saling berkaitan menjadi daya ungkit  perekonomian.

Pengembangan Koperasi dan UMKM menjadi salah satu fokus Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran dalam percepatan pembangunan ekonomi.

Ini telah menjadi  perhatian khusus Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana tertuang dalam misi ke 1 Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah 2021-2026, yakni mempercepat pembangunan ekonomi yang produktif, kreatif  dan berwawasan lingkungan.

Koperasi dan UMKM dikembangkan dengan baik, karena koperasi dan UMKM merupakan bagian dari ketahanan ekonomi yang sangat mendasar.

"Sebab koperasi khsusnya dikelola dengan asas kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat, yang merupakan satu kesatuan dengan jati diri bangsa Indonesia” ucap Suginto dalam satu pertemuan, belum lama ini.

Gubernur Suginto, menyebutkan, Kalimantan Tengah memiliki Sumber Daya Alam yang luar biasa, namun belum berbanding lurus dengan pengelolaan yang optimal, sehingga hasilnya pun tidak maksimal. 

Salah satu kendala menurut pencermatan Gubernur Sugianto,  selama ini, hasil produksi UMKM belum optimal menembus  pasar ekspor, diantaranya dikarenakan kemampuan dan keterampilan SDM yang belum memadai. 

“Koperasi dan UMKM harus mampu bersaing, dan produk UMKM  harus mampu menembus pasar ekspor, tapi kita harus ciptakan SDM yang handal, SDM yang benar-benar menguasai pengolahan dan produksi, hingga memahami seluk beluk pemasaran," ujar orang nomor satu di Kalteng ini. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved