Doa dan Amalan Islam

Amalan Zikir Pagi Agar Aktivitas Harian Dilindungi Allah SWT, Simak Doa Hasbunallah

Adapun satu di antara bacaan zikir pagi atau doa mustajab yang dapat dibaca adalah Doa Hasbunallah

Editor: Dwi Sudarlan
Bangka Pos/Istimewa
Ilustrasi zikir pagi agar aktivitas harian mendapat perlindungan Allah SWT, simak Doa Hasbunallah 

TRIBUNKALTENG.COM - Amalan zikir di pagi hari agar aktivitas mendapat perlindungan Allah SWT.

Zikir pagi ini pernah diamalkan Rasulullah dan Nabi Ibrahim untuk mengawali hari, apa keutamaannya?

Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, sobat muslim sebaiknya memperbanyak doa dan zikir, termasuk ketika mengawali hari.

Membaca doa atau zikir bisa dikerjakan setiap saat sebagai doa harian.

Seperti membaca doa dan zikir pendek setelah sholat fardhu atau sholat sunnah semisal Sholat Dhuha.

Baca juga: Amalan Doa Nabi Yunus di Dalam Surah Al Anbiya Agar Kuat Menghadapi Kesulitan Hidup

Baca juga: Video dan Lirik Sholawat Asyghil dalam Tulisan Arab, Latin dan Arti, Amalan Lindungi dari Kezaliman

Baca juga: Amalan Manusia Pilihan, Simak Surah Al Insan Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Adapun satu di antara bacaan zikir pendek atau doa mustajab yang dapat dibaca adalah Doa Hasbunallah.

Membaca Doa Hasbunallah agar hendaknya seseorang pasrah kepada sang pencipta dan memohon perlindungan kepada-Nya.

Tentu, umat manusia manapun pasti memiliki masalah dalam hidup.

Hal itulah pula yang menjadikan fitrah manusia untuk bersandar kepada Sang Maha Kuasa.

Terlebih Islam mengajarkan dalam keadaan apapun untuk berdoa kepada Allah SWT.

Memohon ampunan, keberkahan, kedamaian, perlindungan, termasuk memohon pertolongan.

Umat manusia diajarkan untuk tak mudah putus asa.

Setelah ikhitar dan berusaha, maka perjuangan tersebut disertai doa.

Karenanya hanya Allah SWT sebaik-baiknya penolong dan pelindung.

Kalimah itu merupakan satu di antara zikir pendek dan doa mustajab.

Khususnya bagi umat manusia yang sedang dilanda kegelisahan, kesusahan, duka, membutuhkan sandaran hingga dikala merasa dalam ancaman.

Ya, itulah zikir pendek yang disebut Doa Hasbunallah.

Penamaan tersebut digunakan diambil dari penggalan kalimat doanya.

Berikut bacaan zikir pendek atau Doa Hasbunallah 

حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr

Artinya:

"Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami."

Doa Hasbunallah ini tercantum dalam Al Quran Surat Ali Imran : 173.

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

"(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:

'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka', maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."

Keutamaan Doa Hasbunallah

Meski dzikir pendek, namun Doa Hasbunallah ini merupakan doa mustajab.

Membaca Doa Hasbunallah merupakan dzikir pilihan bagi seluruh muslim.

Doa ini mengandung makna luar biasa bagi umat manusia, khususnya bagi orang-orang beriman.

Memanjatkan Doa Hasbunallah berarti pasrah menerima takdir Allah SWT.

Kemudian hal inilah yang membuat jiwa mereka lebih sabar, tentram dan tenang ketika menghadapi cobaan.

Dengan membaca Doa Hasbunallah, maka hati senantiasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Peka terhadap sekitar, dan senantiasa berpikir positif terhindar dari kemungkinan hal buruk.

Dilansir dari risalahislam.com, dalam sebuah hadis Nabi SAW pernah mengucapkan Doa Hasbunallah saar datang hari perang Uhud.

"Nabi Saw datang pada hari Perang Uhud, lalu ada yang berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka!'

"Lalu beliau Saw mengucapkan 'Hasbunallah wani'mal wakil, kemudian Allah menurunkann ayat: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab,

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung"." (HR. Bukhari).

Selain itu, Doa Hasbunallah juga pernah diucapkan Nabi Ibrahim As ketika dibakar hidup-hidup di atas tungku api.

Saat itu, Jibril bertanya kepada Nabi Ibrahim AS, 'apakah engaku memerlukan pertolongan dariku?'

Lantas, Nabi Ibrahim AS menjawab, 'Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu, Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah SWT."

Saat itu, Nabi Ibrahim AS mempercayakan seluruh jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.

Hingga akhirnya, Allah SWT langsung berkeputusan menyelamatkan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api tersebut.

Seperti diriwayatkan, Allah SWT berfirman, "Wahai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim."

'Kun Fayakun' seketika api tersebut berbalik menjadi terasa dingin bagi Nabi Ibrahim.

Kandungan Doa Hasbunallah

1. Bentuk ketakwaan

Membaca dzikir pendek ini merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebagai bentuk rasa tawakal dan keberimanan bahwa Allah SWT Maha Penolong.

Dengan kelimat ini, maka seseorang menyeragkan segala urusan serta beban kepada Allah SWT.

2. Bentuk ketergantungan

Tak ada manusia yang independen, manusia selalu bergantung.

Baik terhadap sesama manusia atau makhluk maupun kepada Sang Maha Pencipta.

Oleh karena itu ketika dilanda kesusahan, duka dan derita dianjurkan memohon pertolongan dan perlindungan.

Salah satunya lewat dzikir pendek atau doa mustajab ini.

Doa Hasbunallah juga merupakan wujud ketergantungan manusia kepada Allah SWT sebagai manifestasi dan fitrah manusia.

3. Bentuk Ketauhidan

Melalui doa ini, terkandung makna dan menegaskan ketauhidan meng-Esakan Allah SWT.

Setelah berusaha, hanya Allah SWT satu-satunya dzat dan tempat memohon pertolongan dan memohon perlindungan.

Demikian, itulah beberapa keutamaan luar biasa dari doa hasbunalallah.

Doa ini dianjurkan untuk diamalkan kapan pun, baik setelah sholat maupun dalam zikir sehari-hari. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved