Berita Kasel
Tabrakan KM Mila Utama dengan Tongkang TB Herlina di DAS Barito Saat Air Surut
Tabrakan antara KM Mila Utama dengan Tongkang TB Herlina di alur Sungai Barito Banjarmasin Kalimantan Selatan terus diselidiki oleh instansi terkait
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Tabrakan armada KM Mila Utama dengan Tongkang TB Herlina di daerah aliran sungai Sungai Barito Banjarmasin Kalimantan Selatan terus diselidiki oleh instansi terkait, Kamis (14/10/2021).
Meski begitu hingga saat ini belum ada kesimpuan penyebab terjadinya kecelakaan air antara KM Mila Utama dan Tongkang TB Herlina tersebut.
Namun informasi yang terhimpun menyebutkan terjadinya kecelakaan tersebut saat air Sungai Barito dalam keadaan surut.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.
Dugaan sementara terjadinya kecelakaan air tersebut akibat Miskomunikasi.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Banjrmasin menduga penyebab KM Mila Utama keberangkatan Surabaya tujuan Banjarmasin, bertabrakan dengan tongkang TB Herlina akibat adanya dugaan Miskomunikasi.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, Patroli dan Penyidikan, KSOP Kelas I Banjarmasin, Ison Hendrasto, menjelaskan, saat terjadi kecelakaan kondisi air laut sedang surut.
Baca juga: Polisi Tangkap Lelaki Diduga Anak Shah Rukh Khan Saat Kapal Pesiar Digerebek, Ini Fakta Aryan Khan
Baca juga: Penumpang Kapal Laut dan Pesawat Udara di Kalimantan Tengah Makin Ramai
Selain faktor alam, trafik yang padat juga menjadi faktor terjadinya tabrakan kapal tersebut.
Sehingga membuat sejumlah kapal yang melintas, mencoba mempertahankan posisi di jalurnya masing-masing, dan tabrakan pun tak dapat terhindarkan.
"Saat kejadian kondisi air sedang surut, sehingga kapal-kapal melintas berupaya berada di dalam as alur, dan tabrakan pun tidak bisa terhindari," kata Ison, Selasa (14/10/2021).
Lanjut Ison menjelaskan bahwa pemeriksaan atas insiden tersebut sudah selesai pihaknya lakukan.
"Sampai dengan penyampaian berita acara pemeriksaan pendahuan, dan sudah kami sampaikan ke Rektorat Jendral Perhubungan Laut," ujarnya.
Dari hasili tu jelas Ison kemudian dijadikan oleh Rektorat Jendral Perhubungan Laut, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami belum bisa menyimpulkan, tetapi kami sudah menghimpun semua keterangan, sehingga nanti ada tindakan pemeriksaan lanjutan," ucapnya.
Agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi, Ison mengaku pihaknya telah mengeluarkan surat edaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kapal-mila-utama.jpg)