Breaking News:

Berita Kotim

Tiga Rumah Lanting di DAS Mentaya Kotim Rusak Dihantam KM Cavalo Marinho 10

Tiga rumah lanting milik warga bantaran Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah rusak dihantam KM Cavalo Marinho 10

Penulis: Yonathan | Editor: Fathurahman
Polres Kotim
Tiga Rumah lanting di daerah aliran sungai (DAS) Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah rusak dihantam KM Cavalo Marinho Minggu (26/9/20210). Sejumlah warga dan petugas saat memantau tempat kejadian perkara. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Tiga rumah lanting  di daerah aliran Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Minggu (26/9/2021) rusak dihantam Kapal Motor (KM) Cavalo Marinho 10.

Informasi terhimpun meyebutkan, saat peristiwa tersebut terjadi cuaca sedang dalam keadaan hujan deras dan angin kencang. 

Secara tiba-tiba KM Cavalo Marinho 10 menabrak tiga rumah lanting yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Minggu (26/9/2021) Pukul 00.40 WIB.

Tepatnya di Desa Mentaya Seberang RT 05 RW 02 Kelurahan Mentaya Seberang Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca juga: Buaya Sepanjang Tiga Meter Membusuk di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim, Tak Ada Bekas Luka

Baca juga: Warga Kotim Lagi Demam Perahu Ces Sungai Mentaya Jadi Tempat Latihan

Baca juga: Polairud Polda Kalteng Amankan 400 Batang Kayu Log Hasil Pembalakan Liar di Sungai Mentaya Kotim

Kejadian itu berawal dari Kapal Motor (KM) Cavalo Marinho 10 sedang berlabuh DAS Mentaya di Desa Mentaya Seberang 1 debit air dalam keadaan pasang.

"Tiba-tiba kapal bergeser menabrak 3 lanting milik warga hingga mengalami kerusakan," ujar Abdul Hamid salah seorang warga bantaran Sungai Mentaya.

Kapal besi itu bukan hanya menghantam rumah lanting milik warga tapi juga merusak jembatan ulin penghubung ke lanting milik warga setempat.

Tiga pemilik rumah lanting yang jadi korban rumahnya rusak antara lain Muhammad Heru Santoso, Suriansyah dan Ahmad Sofian.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Polair AKP Herbet Parluhutan Simanjuntak, Senin (27/9/2021) membenarkan kejadian laka air tersebut.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian kapal menghantam tiga rumah lanting tersebut.

"Kami sedang melakukan penyelidikan kejadian ini juga memintai keterangan  nakhoda kapal dan pemilik rumah lanting," ujarnya.

Sedangkan, total kerugian yang dialami oleh pemilik rumah lanting belum dapat dipastikan karena masih dilakukan penghitungan," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved