Tadarus Al Quran
Tadarus Al Quran: Surah Al Buruj, Surah yang Sering Dibaca Rasulullah saat Sholat Isya
Surah Al Buruj, surah yang sering dibaca Rasulullah SAW saat Sholat Isya menjadi kajian dalamTadarus Al Quran hari ini
TRIBUNKALTENG.COM - Surah Al Buruj, surah yang sering dibaca Rasulullah SAW saat Sholat Isya menjadi kajian dalamTadarus Al Quran hari ini.
Bagi sobat muslim Tadarus Al Quran termasuk membaca dan mengamalkan Surah Al Buruj adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Dengan rutin Tadarus Al Quran, insya Allah selain pahala yang didapat banyak manfaat atau keutamaan yang bisa diperoleh.
Surah Al Buruj merupakan surah ke-85 yang diturunkan setelah Surat As Syams.
Baca juga: Tadarus Al Quran: Nikmat Tuhanmu Manakah yang Kamu Dustakan, 31 Kali Disebut di Surah Ar Rahman
Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Hadid, Amalan Penawar Rasa Ragu dan Waswas Atas Keagungan Allah
Baca juga: Tadarus Al Quran: Jauh dari Kesulitan Hidup dan Banyak Kemudahan Amalkan Surah Al Lail
Mengutip dari Buku Juz Amma, Surah Al Buruj yang memiliki 22 ayat ini tergolong sebagai surah Makkiyah karena diturunnkan di Makkah.
Dalam Al Quran, Surah Al Buruj menempati juz 30 tepatnya setelah Surat Al Insyiqaq (idzassamaa un syaqqat).
Nama Al Buruj diambil dari akhir bacaan ayat pertama.
Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Al Buruj bermakna gugusan bintang.
Selengkapnya simak bacaan Surah Al Buruj lengkap Arab latin dan artinya dalam Bahasa Indonesia.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Wassamaa i dzaatil buruuj.
"Demi langit yang mempunyai gugusan bintang."
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
Wal yaumil mau 'uud.
"Dan demi hari yang dijanjikan."
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
Wa syaahidiw wamasyhuud.
"Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan."
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
Qutila ash haabul ukhduud.
"Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman)."
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
Annaari dzaatil waquud.
"Yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar."
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
Idzhum 'alaihaa qu 'uud.
"Ketika mereka duduk di sekitarnya."
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ
Wahum 'alaa maa yaf’aluuna bilmu' miniina syuhuud.
"Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin."
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
Wamaa taqomuu minhum illaa ayyu' minuu billaahil 'aziizil hamiid.
"Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji."
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ
Alladzii lahuu mulkus samaawaati wal ardhi walloohu 'alaa kulli syai ing syahiid.
"Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
Innalladziina fatanul mu' miniina wal mu' minaati tsumma lam yatuubuu falahum 'adzaabu jahannama walahum 'adzaabul hariiq.
"Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar."
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
Innalladziina aamanuu wa 'amilush shoolihaati lahum jannaatung tajrii ming tahtihal anhaaru dzaalikal fauzul kabiir.
"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung."
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
Inna bathsyaa robbika lasyadiid.
"Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras."
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
Innahuu huwa yubdi u wayu 'iid.
"Sungguh, Dialah yang memulai penciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali)."
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
Wahuwal ghofuurul waduud.
"Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih."
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
Dzul 'arsyil majiid.
"Yang memiliki ‘Arsy, lagi Maha Mulia."
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
Fa' 'aalul limaa yuriid.
"Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki."
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
Hal ataaka hadiitsul junuud.
"Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang)."
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
Fir 'auna watsamuud.
"Yaitu Fir' aun dan Samud?"
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
Balil ladziina kafaruu fii takdziib.
"Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan."
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
Walloohu miwwaroo ihim muhiid.
"Padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos)."
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
Bal huwa quraanum majiid.
"Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia."
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
Fii lauhim mahfuudz.
"Yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh)."
Kandungan Surah Al Buruj
Dari terjemahannya Surah Al Buruj berisi balasan Allah SWT kepada sikap hingga tindakan orang kafir, karena menentang ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dijelaskannya bahwa neraka dengan kobaran api akan diterima orang-orang kafir.
Sebaliknya bagi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT surga ialah tempatnya.
Keutamaan Surah Al Buruj
Adapun fadhilah atau keutamaan Surah Al Buruj sebagaimana dikutip dari abusyuja.com adalah:
1. Surah Al Buruj termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan nabi-nabi pendahulunya.
2. Surah Al Buruj adalah salah satu surah yang sering dibaca Rasulullah dan beliau memerintahkan untuk membacanya.
Abu Hurairah berakta bahwa Rasulullah SAW membaca was-sama’i wath-thariq di waktu Isya akhir.
Dari Abu Hurairah juga, Rasulullah SAW memerintahkan membaca Surat As-Samawat (Surat Al-Buruj) dan was-sama’i wath-thariq di waktu Isya.
Jabir bin Samrah mengatakan bahwa Nabi Muhammad membaca was-sama’i dzatil-buruj dan was-sama’i wath-thariq di waktu salat Dzuhur dan Asar.
3. Surah Al Buruj adalah surah para nabi, dan pembacanya akan berkumpul dan berdiri bersama para nabi, rasul dan orang-orang saleh.
Abdullah berkata, “Barangsiapa yang membaca was-sama’i dzatil-buruj di salat fardu, karena sesungguhnya ia adalah surat para nabi, maka tempat berkumpul (mahsyar) dan mauquf pembacanya bersama para nabi, para rasul dan orang-orang saleh.” (Tswabul A’mal: 151)
4. Memperoleh pahala 10 kebaikan orang yang berkumpul di hari Jumat dan di hari Arafah. Pembacanya juga diselamatkan dari ketakutan dan kekerasan.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Buruj), maka Allah akan memberinya pahala sepuluh kebaikan sejumlah semua orang yang berkumpul di hari Jumat dan semua orang yang berkumpul di hari Arafah. Pembacanya juga diselamatkan dari ketakutan dan kekerasan.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 249). (*)