Idul Adha 1442 H
Naskah Khotbah Cocok Dibaca Saat Sholat Idul Adha 1442 H Berjemaah di Rumah karena Pandemi
Naskah khotbah yang cocok dibaca saat Sholat Idul Adha 1442 H berjemaah di rumah karena pandemi covid-19
Allah yang menentukan semuanya. Oleh karena itu, marilah kita bersabar.
Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan, karena Corona masih ada.
Jangan marah-marah karena tidak bisa jalan-jalan dan pergi-pergi ke mana suka, karena Corona masih merajalela.
Jangan menyerah dan putus asa, karena Corona tidak akan bisa berdamai.
Tetaplah juga untuk mendirikan shalat, jangan sampai terlewat, walaupun shalat jamaah hanya bisa dikerjakan di rumah.
Ingatlah firman Allah, yaa ayyuhal-ladziina aamanusta'iinuu bish-shabri wash-shalaah innallaaha ma'ashshaabiriin, hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kepada Allah dengan bersabar dan mendirikan shalat, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha illallaahu Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil-hamd
Keluargaku termulia dan dimuliakan Allah.
Cukuplah kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. menjadi teladan bagi kita dalam menetapi kesabaran.
Betapa gundah hati sang ayah ketika mendapat perintah mengurbankan anaknya tercinta.
Betapa galau hati sang anak ketika sang ayah meminta pendapatnya tentang perintah Allah untuk mengurbankannya.
Namun semua itu sirna karena rasa sayang dan taat kedua anak-bapak itu kepada Allah lebih tinggi dari rasa sayang kepada diri mereka sendiri.
Jadilah mereka bersama-sama menaati perintah Allah dengan penuh pasrah, ikhlas dan sabar.
Hal ini digambarkan dalam firman Allah, falammaa balagha ma'ahus-sa'ya, qaala yaa bunayya innii araa fil-manaami, 'annii adzbahuka, fanzhur maadzaa taraa; qaala yaa abatif'al maa tu'mar, satajidunii insyaa Allaahu minash-shaabiriin, tatkala Ismail sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, pikirkanlah apa pendapatmu!