Sholawat Nabi
Kumpulan Sholawat Mudah Dihafal yang Bisa Tenangkan Hati dan Selamat Dunia Akhirat
Inilah kumpulan sholawat yang mudah dihafal dan bila diamalkan dapat memberikan ketenangan hati dan selamat dunia akhirat
TRIBUNKALTENG.COM - Inilah kumpulan sholawat yang mudah dihafal dan bila diamalkan dapat memberikan ketenangan hati dan selamat dunia akhirat.
Bila diamalkan secara istiqomah, sholawat memiliki keutamaan yang luar biasa untuk keselamatan di dunia dan akhirat.
Banyak hikmah yang bisa didapatkan dari sholawat yang sudah terlihat pada zaman dulu dan hingga sekarang
Ada satu riwayat yang menceritakan hikmah sholawat, sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Sholawat Burdah Imam Al-Bushiri Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya
Baca juga: Lirik Sholawat Allahul Kafhi yang Pernah Dibagikan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Viral di TikTok
Baca juga: Lirik Sholawat Adfaita Alal Husnil Abqo Memohon Akhlak Baik, Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan
Salah seorang tokoh sufi memiliki tetangga yang pemabuk.
Kegemarannya menenggak minuman keras sudah di luar kewajaran, melebihi batas, hingga ia tidak bisa membedakan hari, sekarang, besok atau kemarin.
Ia hanyut dalam minuman keras.
Pemabuk itu sudah berulang kali diberi nasihat oleh sang sufi agar bertobat, namun ia tidak menerimanya, tetap dengan kebiasaan mabuknya.
Yang menakjubkan adalah saat pemabuk tersebut meninggal dunia, dijumpainya oleh sang sufi dalam sebuah mimpi.
Ia berada dalam derajat yang luar biasa mulia, ia memakai perhiasan berwarna hijau, lambang kebesaran dan kemegahan di surga.
Sang sufi terheran-heran, ada apa gerangan? Mengapa tetangganya yang seorang pemabuk mendapat kedudukan semulia itu.
Sang sufi bertanya: بِمَا نِلْتَ هَذِهِ الْمَرْتَبَةَ الْعَلِيَّةَ Artinya: “Dengan sebab apa engkau memperoleh derajat yang mulia ini?”
Kemudian pemabuk menjelaskan ihwal kenikmatan yang dirasakannya:
حَضَرْتُ يَوْمًا مَجْلِسَ الذِّكْرِ فَسَمِعْتُ الْعَالِمَ يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَفَعَ صَوْتَهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ثُمَّ رَفَعَ الْعَالِمُ صَوْتَهُ بِالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَفَعْتُ صَوْتِيْ وَرَفَعَ الْقَوْمُ أَصْوَاتَهُمْ فَغَفَرَ لَنَا جَمِيْعًا فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ فَكَانَ نَصِيْبِيْ مِنَ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ أَنْ جَادَ عَلَيَّ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ.
Artinya: “Aku suatu hari menghadiri majelis dzikir, lalu aku mendengar orang alim berkata, barangsiapa bersholawat kepada Nabi dan mengeraskan suaranya, surga wajib baginya. Lalu orang alim tadi mengeraskan suaranya dengan bershplawat kepada Nabi, aku dan jamaah juga menegeraskan suara seperti yang dilakukan orang alim itu. Kemudian Allah mengampuni kita semuanya pada hari itu, maka jatahku dari ampunan dan kasih sayang-Nya adalah Allah menganugerahkan kepadaku nikmat ini.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/ayo-sholawat.jpg)