Breaking News:

Berita Kalteng

Dorong Percepatan Realisasi APBD, BI Kalteng Optimistis Ekonomi Kalimantan Tengah Semakin Membaik

Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Kalimantan Tengah kedepan terus membaik.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Warga antusias ikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ketapang 1 Sampit, Kabupaten Kotim, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Kalimantan Tengah kedepan terus membaik.

Meskipun Badan Pusat Statistik merilis kinerja ekonomi triwulan I-2021 mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 3,12 persen (yoy) lebih dalam dibanding triwulan sebelumnya sebesar 2,10 persen (yoy).

BPS  Kalteng melaporkan secara sektoral (dari sisi penawaran), tekanan ekonomi triwulan I-2021 utamanya bersumber dari melambatnya kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan dan penggalian.

Kemudian LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dan LU Konstruksi. Sedangkan dari sisi permintaan, hampir seluruh komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan negatif.

Baca juga: Breaking News: Sabu 135 Kg di Kalsel, Polresta Banjarmasin Bongkar Jaringan Internasional

Petugas Padamkan Kebakaran Lahan 2,5 Ha di Jalan Tjilik Riwut Km18 di Wilayah Katingan Kalteng

Vaksinasi Guru di Kalteng Capai 62 Persen, Pembelajaran Tatap Muka SLTA Siap Digelar

Terkecuali komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang masih tumbuh positif sebesar 0,81 persen (yoy) pada triwulan I-2021.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Rihando, mengungkapkan, pihaknya berkeyakinan di tengah pemulihan ekonomi nasional konomi Kalteng kedepan diprakirakan tetap membaik.

Namun, harus tetap menerapkan vaksinasi Covid-19 dan protokol kesehatan serta sinergi dalam menjalankan lima strategi respons kebijakan, antara lain pembukaan sektor produktif dan aman.

Kemudian percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Rihando menjelaskan, dalam rangka mewujudkan pemulihan ekonomi Kalteng kedepan, Kantor Perwakilan BI  mendorong upaya optimalisasi percepatan realisasi APBD memacu multiplier effect bagi pembangunan daerah. 

"Realisasi belanja yang segera, tepat waktu dan tepat sasaran menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus trigger bagi kegiatan pembangunan berkelanjutan," ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Dia menyarankan, kepada pemerintah daerah perlu melakukan monitoring dan pengawasan ketat realisasi anggaran belanja dengan prioritas dapat memberikan multiplier effect.

"Hilirisasi komoditas unggulan ekspor dan optimalisasi komoditas lain yang berpotensi ekspor," tambahnya.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved