Breaking News

Israel Serang Palestina

Profil Khaled Mashal, Pemimpin Hamas Palestina yang Terus Diburu Pasukan Israel dan Pembunuh Bayaran

Inilah profil Khaled Mashal, pemimpin Hamas Palestina yang terus diburu pasukan Israel dan pembunuh bayaran

Tayang:
Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Pontianak/istimewa
Pemimpin Hamas Khaled Mashal 

Kepemimpinan Hamas

Pada tahun 1997, Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengirim dua orang pembunuh bayaran untuk membunuh Mashal.

Para agen berusaha untuk menyuntikkan bahan kimia mematikan yang bertindak lambat ke telinganya di jalan umum, tetapi operasi itu gagal dan orang-orang itu segera ditangkap.

Raja Hussein, pemimpin Yordania, sangat marah dengan serangan itu dan bergegas untuk merundingkan kesepakatan di mana Netanyahu mengirimkan penawar bahan kimia tersebut

Netanyahu harus membebaskan lebih dari 40 warga Palestina dari penjara Israel untuk membebaskan kedua pria yang menyerang Mashal.

Putus asa untuk menghindari krisis internasional yang akan menggagalkan upayanya untuk menengahi kesepakatan damai antara Israel dan musuh-musuh Arabnya.

Presiden AS, Bill Clinton turun tangan, bersikeras bahwa Netanyahu, yang saat itu menjalani masa jabatan pertama dari dua masa jabatannya sebagai perdana menteri Israel, harus memberikan penawar.

Pemimpin Israel dengan enggan menuruti, bahkan bepergian ke Amman untuk meminta maaf secara pribadi kepada Raja.

Pada akhirnya, alih-alih membunuh salah satu musuh Israel yang paling dibenci, Netanyahu menyembuhkannya, kemudian

Mashal disebut sebagai "martir yang hidup".

Baca juga: Doa Memohon Kebaikan di Dunia dan Akhirat Ini Sering Diamalkan Rasulullah SAW

Baca juga: Tadarus Al Quran: Amalkan Surah Nuh untuk Ikhtiar Meninggal Dalam Keadaan Husnul Khotimah

Pada tahun 2004, Sheikh Ahmed Yassin pendiri Hamas terbunuh akibat serangan udara Israel.

Khaled Mashal dipilih sebagai pimpinan Hamas yang baru, meski tidak bisa berhadapan langsung dengan anggotanya di Palestina.

Pada Mei 2009, Mashal dipilih kembali oleh anggota Hamas untuk memimpin kelompok politik itu selama beberapa tahun lagi.

Namun, laporan telah muncul baru-baru ini bahwa ada perpecahan di dalam Hamas, yang dipicu oleh pendekatan garis keras Mashal untuk menyaingi faksi Fatah (organisasi politik Palestina) dan pendiriannya yang kaku tentang pertukaran tahanan dengan tentara Israel Gilad Shalit, yang telah ditahan di Gaza yang dikuasai Hamas sejak 2006.

Tahun 2012, Mashal berkunjung ke Gaza selama empat hari untuk merayakan ulang tahun ke-25 Hamas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved