Breaking News:

Berita Nasional

Promosi Jokowi Soal Bipang Ambawang Blunder, Mendag Muhammad Lutfi Tuai Kritikan

Mendag M Lutfi yang membuat sebuah video klarifikasi terkait promosi kuliner Presiden Jokowi itu malah dikritik.

Editor: Anjar
dok kemendag
Menteri Perdagangan M Lutfi. Promosi Jokowi Soal Bipang Ambawang Blunder, Mendag Muhammad Lutfi Tuai Kritikan 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo tengah jadi sorotan usai promosikan kuliner bipang ambawang dari Kalimantan Barat.

Penganan khas Kalbar itu bikin blunder, lantaran dipromosikan Jokowi dikaitkan dengan momen larangan mudik Lebaran 2021.

Dalam pidatonya, Jokowi mengimbau masyarakat yang rindu kuliner khas daerah agar membelinya secara online, sehingga tidak masalah jikah tidak bisa mudik. Jokowi pun memberikan contoh sejumlah penganan khas dan nama daerahnya, salah satunya bipang ambawang khas Kalimantan.

Pidato itu jadi blunder, lantaran bipang ambawang yang dimaksud sang presiden ternyata adalah babi panggang, yang tentu saja haram bagi umat muslim.

Terkait hal itu, Menteri Perdagangan M Lutfi pun kena sentil.

Baca juga: DOA Idul Fitri 1442 H, Dilengkapi Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2021 Cocok untuk di Medsos

Baca juga: Kasus Varian Baru Virus Corona B1617 India Ditemukan di Kalteng, Dinkes Lakukan Pelacakan

Mendag yang membuat sebuah video klarifikasi terkait promosi kuliner Presiden Jokowi itu malah dikritik.

Di video tersebut Mendag Lutfi sudah meminta maaf terkait isi video promosi kuliner mudik tersebut, namun Politisi PDI Perjuangan, Mufti Anam malah menyampaikan kritikan.

Mufti mengatakan, jika video promosi kuliner yang menyebut nama makanan khas Kalimantan bipang ambawang adalah dalam rangka Hari Bangga Buatan Indonesia, seharusnya konteks pembicaraan tidak disangkutkan dengan mudik.

“Presiden Jokowi adalah pecinta kuliner lokal, pecinta UMKM. Tapi tentu beliau tidak hafal nama puluhan ribu jenis kuliner di tanah air. Mendag Lutfi mestinya paham kalau mau bikin gerakan seperti itu, jangan malah bekerja tidak teliti sehingga membuat Pak Jokowi terpojok,” ujar Mufti dalam pernyataan yang diterima Tribun, Sabtu(8/5/2021).

Mufti mengatakan, evaluasi menyeluruh diperlukan terhadap kinerja Kementerian Perdagangan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved