Ramadhan 2021

Tata Cara dan Doa Qunut Witir Menurut 4 Mazhab Sesuai Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Bagi yang menjalankan, berikut bacaan qunut witir menurut 4 mazhab berdasar penjelasan Ustaz Abdul Somad atau UAS

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jogja/Human Resources Online
Ilustrasi Sholat 

TRIBUNKALTENG.COM - Bagi yang menjalankan, berikut bacaan qunut witir menurut 4 mazhab berdasar penjelasan Ustaz Abdul Somad atau UAS.

Menurut Mazhab Imam Syafi'i, doa qunut witir dibaca pada separuh terakhir Ramadhan (malam 15 Ramadan).

"Tanggal 1-14 Ramadan tidak ada, malam 15 baru (baca qunut witir)," kata Ustaz Abdul Somad, dikutip dari akun YouTube Video Dakwah.

Di Indonesia, sebagian besar umat muslim menganut Madzhab Syafi'i, sehingga merujuk pada anjuran tersebut.

Sementara Madzhab Hanafi dan Hambali, lanjut UAS, sunnah membaca qunut witir sejak awal Ramadan (sepanjang tahun).

Terakhir, Madzhab Maliki tidak memakai qunut witir.

Baca juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri, Dari Makan Kurma, Takbir Hingga Berhias

Baca juga: Hari Ini Malam 25, Malam Ganjil Ramadhan 2021, Berikut 5 Sholat Sunnah Jemput Lailatul Qadar

Baca juga: Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat, Doa Sapu Jagat Ini Sering Diamalkan Nabi Muhammad SAW

Lantas bagaimana bacaan Doa Qunut Witir?

Apakah sama dengan Doa Qunut Subuh?

UAS menjawab bahwa doa qunut yang dibaca bebas, boleh sama dengan qunut pada Sholat Subuh.

"(Qunut) Itu yang dihafal, qunut itu bebas. Qunut macam-macam," ucap dia. 

Berikut bacaan doa qunut witir dalam tulisan Arab, latin dan arti dalam Bahasa Indonesia.

اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimangtawallait, Wabaariklii fiimaa a toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya izuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astag firuka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau Pastikan. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala Puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya”.

Tata cara baca doa qunut

Cara membaca doa qunut yang benar adalah mengangkat kedua tangan. Lalu membaca doa qunut jika sholat sendiri.

Namun jika berjamaah, maka mengamini doa qunut imam.

Setelah selesai membaca doa qunut, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud.

Tidak perlu mengusap wajah.

Hal ini dijelaskan oleh Imam an-Nawawi, dalam al-Adzkar, dikutip dari panduan 99 Tanya Jawab Sholat oleh Ustaz Abdul Somad:

اختلف أصحابنا في رفع اليد ن في دعاء ال نوت ومسح الوجو ما على ثلاثة أوجو : أصحّ ا أ و ستحبّ رفع ما ولا يَسح الوجو . والثاني : فع ويَسحو . والثالث : لا يَسحُ ولا فع . واتف وا على أ و لا يَسح اير الوجو من الصدر وتؿوه بل قالوا : ذلك مك وه

Ulama Mazhab Syafi’i berbeda pendapat tentang mengangkat tangan dan mengusap wajah dalam doa

Qunut, terbagi kepada tiga pendapat:

Pertama, yang paling shahih, dianjurkan mengangkat tangan tanpa mengusap wajah.

Kedua, mengangkat tangan dan mengusapkannya ke wajah.

Ketiga, tidak mengusap dan tidak mengangkat tangan.

Para ulama sepakat untuk tidak mengusap selain wajah, seperti dada dan lainnya.

Bahkan mereka mengatakan perbuatan itu makruh. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Bacaan Qunut Witir Menurut 4 Madzhab Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan 

Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved