Berita Kriminal

Ini Dia Wanita Misterius Pengirim Sate Beracun, Tujuan Racuni Polisi Malah Tewaskan Bocah 10 Tahun

Ini dia wanita misterius yang mengirim sate beracun yang diduga ditujukan kepada seorang polisi, namun justru menewaskan bocah 10 tahun

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com/Markus Yuwono
Wanita pengirim sate beracun di Jogja 

TRIBUNKALTENG.COM, BANTUL - Ini dia wanita misterius yang mengirim sate beracun yang diduga ditujukan kepada seorang polisi, namun justru menewaskan bocah berusia 10 tahun (bukan 8 tahun seperti berita sebelumnya).

Sosok wanita bernaam Nani itu kini diamankan Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diberitakan sebelumnya, sate ayam beracun itu menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Minggu (25/4/2021).

Naba menyantap sate yang dibawa ayahnya Bandiman, seorang pengemudi ojol (ojek online).

Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan selama 4 hari, polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pengiriman sate.

"Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat (30/4/2021)," kata Burkan di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021), dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Baca juga: Misteri Wanita Pengirim Sate Beracun Tewaskan Bocah 8 Tahun Terungkap, Ternyata Sasarannya Polisi

Baca juga: Aipda Ase Kusmana: Polisi yang Tak Pernah Menilang, Hidup Sederhana dan Bantu Murid Tidak Mampu

Baca juga: Tidak Lama Lagi Bakal Terjadi 1 Tahun 2 Kali Ramadhan, Kok Bisa? Begini Penjelasan Ahli Astronomi

Nani mengaku sakit hati kepada Tomy, pria yang seharusnya menerima sate itu.

Pasalnya, laki-laki itu menikah dengan wanita lain, bukan dirinya.

Sebelumnya, Bandiman menerima orderan secara ofline dari seorang wanita di jalan Gayam, Kota Yogyakarta pada hari Minggu (25/4/2021).

Bandiman dan wanita misterius itupun bertransaksi terkait tarif jasanya mengantarkan makanan.

Saat itu, disepakati tarif Rp 25.000 namun perempuan itu membayar ongkos Rp 30.000.

Saat itu, dirinya menerima pesan jika makanan itu dari Pak Hamid di Pakualaman untuk paket takjil.

Menggunakan sepeda motornya, Bandiman pun berangkat ke alamat yang dituju.

"Sampai sana sepi dan saya telepon Pak Tomi. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman. Nah, Pak Tomi bilang saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid (asal) Pakualaman Apalagi sahabat apa saudara tidak punya, lalu saya telepon ibunya (istri Tomi) dan ternyata juga tidak kenal," ucap Bandiman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved