Breaking News:

Berita Kalteng

Masuk Wilayah Kalteng Wajib Bawa Suket Negatif Rapid Tes Antigen, Berlaku Mulai 15 April 2021

Pemprov Kalimantan Tengah berlakukan pengetatan aturan ke luar masuk orang atau pengguna moda transportasi darat yang wajib Rapid Tes Antigen.

tribunkalteng.com/Fathurahman
Calon penumpang Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng, antre pemeriksaan Rapid Tes Antigen sebelum keberangkatan ke luar pulau. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berlakukan pengetatan aturan ke luar masuk orang atau pengguna moda transportasi darat yang wajib Rapid Tes Antigen.

Bagi yang ingin masuk wilayah Kalteng wajib pakai surat keterangan sehat (Suket) Rapid Tes Antigen negatif Covid-19 berlaku hingga tiga hari yang dimulai sejak, Kamis (15/4/2021).

Hal itu tertuang dalam surat edaran Gubernur Kalteng, nomor 443.1/Satgas Covid-19 tentang ketentuan khusus perjalanan orang masuk Wilayah Provinsi Kalteng dalam masa pandemi Covid-19.

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk penumpang angkutan udara di bandara dan penumpang angkutan laut di pelabuhan wilayah Kalteng.

Baca juga: Patroli Polda Kalteng Amankan 5 Remaja Diduga Usai Pesta Narkoba di Kawasan Pasar Besar Palangkaraya

Baca juga: Amalan Mendiang Syekh Ali Jaber Tentang Rahasia 1 Jam di Hari Jumat, Semua Doa Akan Terkabul

Baca juga: Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris Pelempar Bom ke Menteri Pertanian Syahrul Yasin Linpo

Khusus untuk moda transportasi darat, penjagaan dilakukan di perbatasan Provinsi Kalteng dengan Kalsel maupun perbatasan di Kalbar dan Kalteng.

Angkutan umum dan pribadi wajib membawa suket negatif antigen, apabila tidak ada suket pengendara tidak diperkenankan memasuki wilayah Kalteng dan langsung diminta putar balik.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kalteng, Agus Siswadi, menjelaskan,  ketentuan tersebut berlaku sejak 15 April 2021 hingga waktu yang ditentukan kemudian 

Dijelaskan, adanya aturan tersebut dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini untuk Kalimantan Tengah masih terus bertambah.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Rifki, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah membangun posko penjagaan di sejumlah lokasi perbatasan antar provinsi.

"Ini hanya diberlakukan antar provinsi, sedangkan untuk di dalam wilayah Kalteng, antar kabupaten dan kota di Kalteng masih belum ada pemberlakuan aturan itu," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman P Pakpahan, menyatakan hingga Jumat (16/4/2021) belum menerima perintah penjagaan batas antar kota atau kabupaten di dalam wilayah Kalteng.

"Untuk penjagaan di perbatasan Kalteng dengan provinsi lain memang ada, tapi namun untuk penjagaan perbatasan Kota Palangkaraya dan kabupaten dalam wilayah Kalteng, sementara masih belum ada," tukasnya.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved