Breaking News:

Haji 2021

Meski Belum Ditetapkan, Biaya Haji 2021 Diperkirakan Naik Rp 9 Juta Jadi Segini

Meski belum ditetapkan, biaya haji 2021 ini diperkirakan naik Rp 9 Juta sehingga menjadi Rp 44 juta

AFP
Jemaah melakukan ibadah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Jumat (13/3/2021) lalu 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Meski belum ada kepastian karena masih dibahas panitia kerja (panja) Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR, namun biaya ibadah haji 2021 ini diperkirakan naik sekira Rp 9 juta sehingga menjadi Rp 44 juta

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir menegaskan, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2021 belum ditetapkan.

"Belum ada ketetapan. Biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panitia Kerja (Panja) Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR," kata Khoirizi dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Ia menjelaskan, pembahasan biaya haji masuk dalam tahapan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji pada masa pandemi.

Adapun pembahasan tersebut, lanjutnya, dilakukan sembari menunggu informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait kepastian kuota pemberangkatan jemaah haji tahun ini.

Baca juga: Aturan Baru Umrah saat Ramadhan 2021, Ada 3 Kategori Jemaah yang Diizinkan Pemerintah Arab Saudi

Baca juga: Jemaah Calon Haji 2021 Bakal 3 Kali Tes Swab PCR, 2 Kali di Indonesia, 1 di Arab Saudi

Baca juga: Amalkan Zikir Ini Sebelum Tidur Malam Saat Ramadhan Bikin Hati Lebih Tenang dan Pahala Berlipat

Oleh karena itu, dia menilai bahwa pembahasan biaya haji dilakukan dengan asumsi-asumsi kuota sesuai dengan skenario yang telah dirumuskan. 

"Karena belum ada kepastian kuota, maka pembahasan biaya haji berbasis pada skenario yang bersifat asumtif, mulai dari kuota 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga hanya 5 persen," ucapnya.

Kendati demikian, Khoirizi tak memungkiri bahwa kemungkinan ada kenaikan biaya ibadah haji tahun ini.

Sebab, menurutnya ada tiga faktor yang memengaruhi yaitu kenaikan kurs dollar, kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, serta keharusan penerapan protokol kesehatan.

"Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak dan pembatasan kapasitas kamar, juga ada karantina dan lainnya. Itu semua tentu berdampak pada biaya haji," ungkap dia.

Halaman
12
Editor: Dwi Sudarlan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved