Breaking News:

Berita Maluku

Kronologi Komandan Brimob Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Sesak Napas, Demam dan 2 Kali Masuk RS

Komandan Kompi Brimob Polda Maluku, Iptu LT (45) yang meninggal seusai divaksin AstraZenecca sempat sesak napas, deman dan 2 kali masuk RS

Pixabay
Ilustrasi divaksin 

TRIBUNKALTENG.COM, MALUKU - Komandan Kompi (Danki) Batalion A Satuan Brimob Polda Maluku, Iptu LT (45) yang meninggal seusai divaksin AstraZenecca sempat mengeluh sesak napas, demam dan dua kali masuk rumah sakit (RS).

Keluhan kepada sang istri itu disampaikan seusai Iptu LT mengikuti vaksinasi massal di lapangan upacara Polda Maluku.

Menyikapi kejadian ini, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku angkat bicara.

Juru bicara Satgas Covid-19 Maluku, dr Doni Rerung, memastikan bahwa korban meninggal karena positif terpapar Covid-19.
Menurutnya, setelah meninggal, jenazah Iptu LT yang sebelumnya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku langsung dipindahkan ke RSUD M Haulussy Ambon.

Pemindahan jenazah dilakukan untuk melakukan tes cepat molekuler terhadap Iptu LT.

"Hasilnya positif Covid-19. Jadi itu penyebabnya," kata Doni kepada Kompas.com via telepon seluler, Minggu malam.

Meski begitu, ia mengakui ada kemungkinan korban juga meninggal akibat adanya efek kejadian ikutan setelah korban mengikuti vaksinasi.

"Diduga dia KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi), itu kejadian ikutan akibat efek vaksin. Makanya, kalau orang habis divaksin dicatat ada keluhan-keluhan apa tidak," ujarnya.

Ia mengaku, efek seperti itu lumrah terjadi saat imunisasi.

Baca juga: Ramadhan 2021 Sebentar Lagi, Kemenkes Rencanakan Vaksinasi Covid-19 Siang dan Malam

Baca juga: Tak Cuma Aries, Ini Zodiak yang Paling Bahagia Soal Asmara Besok Senin 5 April 2021

Baca juga: Sadis, Perempuan Ini Gunting Kelamin Pacar Lalu Dibuang ke Toilet, Dokter: Tidak Bisa Disambung Lagi

Namun, sejauh ini belum ada laporan orang yang menjalani vaksinasi meninggal setelah divaksin Covid-19.

"Tapi, sampai sekarang kan belum ada berita dari perusahan ataupun farmasi, dari kementerian atau yang memproduksi vaksin itu, ada kasus yang menyebabkan kematian," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Dwi Sudarlan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved