Breaking News:

Jembatan Rusak Kalsel

Jembatan Rusak Kalsel, Jembatan Darurat di Perbatasan Sampanahan Selesai Dibangun Hari Ini

Pekerjaan pembangunan jembatan darurat di wilayah perbatasan antara desa Sungai Betung - Gunung Batubesar, Kecamatan Sampanahan, K

Penulis: Herliansyah | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Helriansyah
Jembatan rusak Kalsel, Pembangunan jembatan darurat di perbatasan Gunung Batubesar diperkirakan selesai hari ini 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KOTABARU - Pekerjaan pembangunan jembatan darurat di wilayah perbatasan antara desa Sungai Betung - Gunung Batubesar, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan segera bisa dilewati.

Pekerjaan pembangunan dimulai sejak kemarin oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggunakan konstruksi pohon kelapa diperkirakan akan selesai hari ini.

Hal itu diungkapkan Camat Sampanahan, Rahman melalui Kasi Pelayanan, Bambang kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya, Rabu (17/3/2021).

"Hari selesai, finishing untuk jembatan di perbatasan," ucap Bambang.

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Giliran Personel Mapolres Tala Antusias Jalani Vaksinasi Covid-19

Menurut Bambang, jembatan darurat dibangun menggunakan konstruksi pohon kelapa dengan bentang jembatan sekitar 10 meter.
Setelah selesai hari ini dibangun, sudah bisa dilalui kendaraan dengan beban berat maksimal sekitar 6 ton.

"Setelah selesai jembatan di perbatasan baru mengerjakan jembatan di ruas jalan Gunung Batubesar," ucapnya.

Untuk jembatan di ruas jalan Gunung Batubesar, direncanakan dikerjakan hari ini. "Rencana hari ini. Mudah-mudahan finishing jembatan di perbatasan selesai," ucapnya.

Lanjut Bambang, beda dengan jembatan di perbatasan. Pembangunan jembatan darurat di ruas jalan Gunung Batubesar, PUPR menggunakan konstruksi kayu bakau.

"Bentang jembatan hampir sama dengan di perbatasan. Bakau digunakan sekitar 12 meteran," jelas Bambang.

Sebelumnya diberitakan, dua jembatan di kecamatan Sampanahan, ambruk berselang hanya empat hari setelah kejadian di perbatasan.

Disebabkan intensitas curah hujan cukup tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir. Air sungai deras melintas di bawah jembatan, membuat tanah konstruksi jembatan tergerus.
(Tribunkalteng.com/Helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved