Breaking News:

Narkoba Kalsel

Narkoba Kalsel, Empat Terdakwa Kasus Sabu 300 Kilogram di Banjarmasin Minta Dibebaskan

Narkoba Kalsel, Empat terdakwa kurir sabu seberat 300 kilogram yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Kalsel dan tim gabungan pada Bulan Agustus Tahun 202

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Narkoba Kalsel, JPU membacakan tuntutan hukuman mati terhadap empat terdakwa kurir sabu seberat 300 kg di Pengadilan Negeri Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Narkoba Kalsel, Empat terdakwa kurir sabu seberat 300 kilogram yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Kalsel dan tim gabungan pada Bulan Agustus Tahun 2020 lalu di depan Hotel Sienna Inn Banjarmasin meminta untuk dibebaskan dari tuntutan.

Hal ini disampaikan mereka kepada Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng melalui penasihat hukumnya, Ernawati dan Arbain dalam sidang lanjutan beragendakan pembacaan pledoi di PN Banjarmasin, Rabu (10/3/2021).

Arbain mengatakan, dalam tahapan persidangan sebelumnya telah didengarkan keterangan para saksi serta para terdakwa dan dari keterangan tersebut, Ia menilai dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) obscuur libel (tidak jelas atau kabur).

Baca juga: Narkoba Kalsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Tapin Bekuk Tiga Tersangka Narkoba

Karena itu, Ia meminta Majelis Hakim untuk membebaskan keempat kliennya tersebut yaitu Sutriyanto alias Tri (31), Anggi Yuvi Ariesta alias Anggi (25), M Rizky Ramadhani alias Dani (24) dan Andika Prasetyanto alias Dika (28).

”Oleh karena itu, kami meminta kepada Majelis Hakim agar membebaskan keempat terdakwa," kata Arbain.

Selain itu, Ia menilai JPU tidak memuat kronologis perkara dengan sebenar-benarnya dinilai dari tidak ditekankannya tempat kejadian dugaan tindak pidana yang sebenarnya terjadi.

Dimana hal itu diyakininya juga membuat dakwaan tidak jelas.

Arbain juga mengemukakan terkait lokasi penangkapan terdakwa dan lokasi kasus disidangkan.

“Kejadian penangkapan di tanjung Palas kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, jadi pengadilan Bjm tidak berwenang mengadili. Kami minta para terdakwa untuk di bebaskan dari tuntutan hukum,” kata Arbain usai menghadiri sidang yang akan kembali dilanjutkan Rabu (17/3/2021) ini.

Sebelumnya, Keempat terdakwa dituntut hukuman mati oleh JPU, Jainah.

Tuntutan hukuman mati dibacakan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin yang juga dipimpin Hakim Ketua, Aris Bawono Langgeng SH, Kamis (25/2/2021).

"Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana mati," kata JPU.

Keempat terdakwa dinilai JPU terbukti melanggar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut Jainah, tuntutan tersebut sejalan dengan arahan Kejaksaan Agung RI yang turut memonitor kasus tersebut. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved