Breaking News:

Wisata Kalsel

Wisata Kalsel, Ada Sejak Dua Tahun Silam, Warga Tidak Menyangka Banyak Didatangi Masyarakat

Sempat heboh dan disinyalir mendatangkan pengunjung yang tidak hanya dari Kota Banjarbaru tetapi juga dari luar daerah.

Tribunkalteng.com/Siti Bulkis
Kondisi tempat wisata dadakan yang sempat viral Jalan Jurusan Peleihari Jembatan Dua Rt 03, Rw 01, Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan sepi pasca ditutup 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Sempat heboh dan disinyalir mendatangkan pengunjung yang tidak hanya dari Kota Banjarbaru tetapi juga dari luar daerah.

Akhirnya buat tempat wisata dadakan viral di Jalan Jurusan Peleihari Jembatan Dua Rt 03, Rw 01, Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan ditutup, Minggu (7/3/2021).

Penutupan ini berdasarkan hasil rapat yang dilakukan oleh Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol
Andri Hutagalung, S. AB, M.AP serta pimpinan kecamatan (Muspika) serta pihak terkait lainnnya.

Warga sekitar, Muhammad menyebut, tempat tersebut tidak pernah dibuka resmi oleh pemerintah sebagai tempat wisata, tetapi mungkin melihat dari postingan pengunjung yang datang akhirnya yang lain ikut datang.

"Mungkin dari media sosial itu orang melihat lalu datang, kemudian dilihat airnya jernih dan tempatnya bagus, terus ada yang datang lagi dan posting lagi hingga akhirnya viral," ujarnya.

Baca juga: Geger ABG Perempuan Pulausari Tanahlaut Menghilang, Polisi Lakukan Pencarian

Padahal menurutnya, tempat tersebut sudah ada sekitar dua tahun lalu dan memang sering digunakan warga, anak-anak Dan saat musim kemarau, sekitar Juni dan Juli biasanya debit air menurun dan berubah warnanya.

"Saat banjir kemarin, tempat ini ikut terendam pula dan tidak menduga pasca banjir malah viral," tuturnya.

Ia menilai mungkin masyarakat melihat bagus dan alami airnya mengalir sehingga suka dan tertarik datang. Menurutnya, sebelum ditutup sekitar pukul 10.00 wita sudah ada yang datang, terlebih sore hari pukul 16.00 hingga 18.00 wita.

Dari sejak itu, menurutnya, bermunculan lah pedagang dan adapula yang menyewakan ucus ban (ban dalam) untuk bermain air.

"Sekarang semenjak ditutup sudah tidak ada lagi, paling hanya warga sekitar saja yang bermain disini," tutupnya. (Tribunkalteng.com/Siti Bulkis)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved