Breaking News:

Pencurian Motor Kalsel

Pencurian Motor Kalsel, Polres HST Kejar Pelaku Curanmor Terekam CCTV

Pelaku pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) yang terekam CCTV di Desa Walangko Kecamatan Labuanamas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sedang dalamp

Tribunkalteng.com/hanani
Sepeda motor scoopy dengan pelat DA 6307 EAU warna putih lia kuning miliknya raib digondol maling. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM BARABAI- Pelaku pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) yang terekam CCTV di Desa Walangko Kecamatan Labuanamas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sedang dalampengejaran kepolisian.

Kapolres HST melalu Kabag Humas Polres HST Iptu Subagio, dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Sabtu (27/2/2021) mengatakan, saat ini Satreskrim bersama Polsek LAU berupaya segera menangkap pelakunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencuri sepeda motor scoopy warna putih lis kuning DA 6307 EAU milik Nurhayati, Bidan Puskesmas Kasarangan yang tinggal di Desa Walangko, terekam CCTV yang terpasang di rumah korban.

Pencurian itu terjadi Kamis 25 Februari 2021, sekitar pukul 18.36 wita. Seorang pria dengan perawakan tinggi pakai peci putih dan kaus oblong dengan masker didagu mendekati scoopy korban yang lupa dikunci stang saat diparkir di halaman rumah.

Baca juga: Banjir Kalsel, Tiga Gunung di Meratus Hantakan Retak, Berpontensi Longsor

Begitu menaiki sepeda motor tersebut, pria itu terlihat menekan kunci kontak, dan mesinpun langsumg hidup.

Aksi tersebu dia lakukan dengan tenang, hingga sepeda motor pun dibawa kabur. Nurhayati pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek LAU, beserta barang bukti berupa rekaman CCTV yang terlihat jelas wajah dan perawakan pelaku.

Korban sendiri megakui kelalaiannya karena lupa mengunci setang saat parkir di halaman sejal pukul 16.00 wita.

Subagio mengimbau, agar warga HST tetap berhati-hati dan waspada saat memarkir maupun menyimpan sepeda motornya.

Menurut Subagio, meski merasa lingkungan tempat tinggalnya aman, tetap harus waspada dengan mengunci stang serta memberi kunci tambahan yang menyulitkan pelaku menjalankan aksinya.

“Situasi ekonomi kurang baik akibat pandemi covid-19 ditambah pascabencana banjir membuat orang cenderung berbuat nekat,”kata Subagio. (Tribunkalteng,com/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved