Kerusakan Jalan Kalsel

Kerusakan Jalan Kalsel, Jalan Tembus Perumnas Banjarmasin Rusak, Ini Penyebabnya

Sejak beberapa bulan terakhir, kondisi Jalan Tembus Perumnas (Perumnas Ujung) mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik.

Penulis: Frans | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Frans Rumbon
Kondisi Jalan Tembus Perumnas (Perumnas Ujung) yang mengalami kerusakan 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Sejak beberapa bulan terakhir, kondisi Jalan Tembus Perumnas (Perumnas Ujung) mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik.

Tak heran karenanya kondisi jalan ini kerap dikeluhkan oleh para pengendara yang lewat, baik itu kendaraan roda dua hingga roda empat.

Pengendara pun tentunya harus ekstra hati-hati saat melewati jalan ini, terlebih di beberapa titik ada permukaan aspalnya tidak rata. Dan setiap paginya arus lalu lintas di kawasan ini terbilang sangatlah padat, karena memang hanya diberlakukan satu arus.

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, Sabtu (27/2/2021) pagi, kerusakan cukup parah terdapat di beberapa titik khususnya dari turunan Jembatan Alalak II atau arah menuju ke dalam kota Banjarmasin.

Baca juga: Kuliner Kalsel, Bisnis Kuliner Anak Jokowi Hadir di Banjarmasin

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, yakni Chandra pun tidak menampiknya.

"Iya, di beberapa titik di kawasan Jalan Perumnas Ujung memang saat ini mengalami kerusakan," ujar Chandra.

Chandra pun membeberkan salah satu faktor utama dari rusaknya jalan di kawasan ini dikarenakan semakin padatnya arus lalu lintas.

Dan hal ini juga berkaitan dengan dilakukannya pengalihan arus lalu lintas satu arah, yang dikarenakan masih berlangsungnya proses pengerjaan Jembatan Alalak.

"Karena adanya pengalihan arus, maka bebannya arus lalu lintas disana sangat padat. Sehingga mempercepat kerusakan jalan," kata Chandra kepada banjarmasinpost.co.id.

Meskipun demikian, Chandra pun mengatakan bahwa berbagai upaya pun sudah dilakukan oleh pihaknya terkait dengan kondisi tersebut.

"Kalau ada terjadi kerusakan misalnya ada lubang yang besar, biasanya langsung kita tangani misalnya dengan cara melakukan pengurukan sehingga bisa tetap dilalui," katanya.

Ditambahkannya penanganan seperti ini pun sudah beberapa kali dilakukan, khususnya dilakukan oleh tim reaksi cepat pemeliharaan.

"Kemarin kita sudah melakukan pengurukan terutama di titik yang mengalami kerusakan cukup parah, misalnya ada jalan yang berlubang maka langsung ditangani tim reaksi cepat. Kemudian kalau ada laporan dari masyarakat maka akan segera dilakukan penanganan. Tapi karena ini sifatnya penanganan sementara, maka belum bisa maksimal dan cepat terjadi kerusakan lagi," pungkasnya.(Tribunkalteng.com/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved