Breaking News:

Vaksin Covid 19

Vaksin Sputnik V Buatan Rusia Laris Dibeli Sejumlah Negara Tapi Diragukan Warganya Sendiri

Sejumlah negara maju seperti Tiongkok, Amerika serikat, dan Inggris telah mengorbitkan dan mulai mendistribusikan vaksin covid-19

Editor: Anjar
Hyderus.com
Pemerintah Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). 

TRIBUNKALTENG.COM, MOSKOW - Sejumlah negara maju seperti Tiongkok, Amerika serikat, dan Inggris telah mengorbitkan dan mulai mendistribusikan vaksin covid-19 buatan mereka ke negara yang mengalami dampak yang serius.

Pandemi yang terus mengancam kesehatan masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia, membuat banyak negara tertarik dengan vaksin tersebut.

Tak terkecuali Indonesia, yang memilih vaksin yang berasal dari Tiongkok (Sinovac).

Baca juga: Cara Mudah Membuat Animated Text Fitur Instagram yang Kini Bisa Digunakan Pengguna Android

Baca juga: Tak Ada dari Pulau Kalimantan, Ini 10 Besar Kota dengan Kecepatan Internet Tertinggi

Bagaimana dengan Vaksin Sputnik V yang berasal dari Rusia? Negara Beruang Merah itu tercatat sebagai negara pertama yang mengumumkan memiliki vaksin.

Meskipun presiden Rusia, Vladimir Putin, belum "mengambil" vaksin itu, namun dia mengaku akan melakukannya jika dibutuhkan oleh tenaga medis sebagai volunteer (alasan yang dia berikan sebelumnya adalah bahwa orang-orang seperti dia belum memiliki akses ke sana — seperti halnya di negara lain, mereka yang dianggap paling rentan karena usia atau kondisi kesehatan umum yang menjadi prioritas utama.)

Pemerintah Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19).
Pemerintah Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). (Hyderus.com)

Putin memang mengambil langkah yang tidak biasa dengan membuat referensi publik tentang kehidupan pribadinya segera setelah Sputnik V diumumkan.

Pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa putrinya--yang namanya tidak disebutkan--telah menerima satu dosis vaksin di akhir tahun 2020.

Sejauh ini, putri Putin dan penerima vaksin termasuk golongan minoritas di Rusia. Tantangan logistik dan kebutuhan dosis sesuai populasi negara itu menjadi tantangan besar bagi Moksow melakukan vaksinasi massal.

Tak hanya itu, Kremlin juga dihadapkan pada rendahnya kepercayaan publik terhadap vaksin buatan dalam negeri.

Sejak vaksin kali pertama kali diumumkan, banyak orang Rusia yang tidak yakin. Bahkan situs web RT.com (Media afiliasi Rusia) yang didukung Kremlin melaporkan kembali pada Agustus 2020 bahwa hanya 42% orang Rusia yang mau mencoba Sputnik V.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved