Breaking News:

Berita Palangkaraya

Kota Palangkaraya Punya Empat Sektor Jadi Andalan Pendongkrak PAD

Pemerintah Kota Palangkaraya terus berupaya menarik pajak daerah untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dengan menciptakan

Tribunkalteng.com/ faturahman
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangkaraya, Aratuni Djaban. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya terus berupaya menarik pajak daerah untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dengan menciptakan berbagai inovasi untuk menggali potensi untuk pemasukan daerah.

Selama ini setidaknya ada empat sektor dari pajak daerah yang bisa diandalkan oleh Pemko Palangkaraya karena pendapatannya bisa optimal dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yakni pajak restoran, pajak penerangan jalan umum, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan PBB-P2, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Pengungsi Banjir di Batola Kalsel Mulai Pulang ke Rumah

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangkaraya, Aratuni Djaban, Selasa (2/2/2021) mengungkapkan, empat sektor pungutan pajak tersebut selama ini penyumbang pendapatan asli daerah tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya.

Lembaga ini dipercaya untuk mengelola, sebelas objek pajak daerah untuk dikelola sehingga pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan dengan melalukan berbagai inovasi agar terjadi peningkatan dari sektor pajak dan dapat menggali potensi yang masih bisa didongkrak.

Mantan Kadis Pasar Pemko Palangkaraya ini mengungkapkan, pemasukan dari Pajak restoran, pajak penerangan jalan umum, PBB-P2, dan BPHTB capaian realisasinya selalu di atas 90 persen, kecuali pajak restoran lebih dari 100 persen.

Dia mengungkapkan, karena pencapaiannya terus membaik pihaknya pun terus menaikkan target pendapatannya.Tahun 2021 pajak restoran ditarget Rp16,7 miliar, sedangkan realisasi tahun lalu Rp12,4 miliar dan PJU ditarget Rp35,9 miliar, sedangkan realisasi tahun lalu Rp35,1 miliar.

Pungutan dari PBB-P2 tahun ini ditarget Rp16 miliar, sedangkan realisasi tahun lalu Rp12,4 miliar dan target BPHTB Rp25,2 miliar sedangkan realisasi tahun lalu Rp26,8 miliar."Kami berharap target PAD tahun ini sebelas objek pajak dengan total Rp113,1 miliar bisa terwujud," ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved